Lis Akui Pantai di Tanjungpinang Kotor
Oleh : Habibi
Rabu | 25-11-2015 | 14:37 WIB
sampah-b.jpg
Sampah di pantai. (Foto: Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengakui bahwa Kota Tanjungpinang memang tidak mendapatkan piala Adipura untuk ketiga kalinya. Hal itu diakuinya karena sampah laut dan sampah di pasar yang hingga saat ini belum dapat dikelola dengan baik.

"Memang kita yang jatuh itu di pasar, tidak ada pengklasifikasian sampah dan sampah laut," ujar Lis saat ditemui di Hotel Sunrise, Sei jang, Tanjungpinang, Selasa (24/11/2015).

Lis mengakui bahwa yang paling parah itu sampah laut, itu memamng sangat mempengaruhi dan tidak dapat dipungkiri. Kendati demikian, menurut dia selain dari pada itu, Tanjungpinang telah termasuk kota sedang yang bersih.

"Buktinya kita mendapatkan sertifikat, salah satu kota bersih. Meskipun tidak dapat piala Adipura. Namun, memang saya juga tidak pungkiri bahwa sampah laut itu dahsyat," ujar Lis.

Kendati demikian, Lis berkeras bahwa dia memang tidak menarget piala Adipura. Menurut dia, Tanjungpinang bersih bukan hanya mengharapkan Adipura semata, melainkan memang sebagai tujuan agar Tanjungpinang bersih dan masyarakat Tanjungpinang perlahan sadar untuk berprilaku hidup bersih.

"Karena sampah laut dan pasar belum dapat dibenahi, kita minta masyarakatlah yang berprilaku hidup bersih. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di laut. Jangan sudahlah sampah banyak di laut, malah ditambah lagi," ujar Lis.

Memang dari pantauan BATAMTODAY.COM di pasar Pelantar KUD Tanjungpinang, kondisi sampah sangat banyak menumpuk. Yang memperihatinkan adalah sampah laut yang semakin "menggunung", walaupun tertutup oleh lumpur.

Meskipun sempat diadakan pembersihan belum lama ini oleh Badan Lingkungan Hidup Tanjungpinang yang bekerja sama dengan BLH Provinsi Kepri, sampah laut belum dapat ditanggulangi secara maksimal.

Editor: Dardani