Jadi Panelis dalam National Local Dialoque on the Urban Nexus

Lis Paparkan Tantangan dan Peluang Program Urban Nexus di Kota Tanjungpinang
Oleh : Habibi/Rilis
Selasa | 27-10-2015 | 11:29 WIB
lis_darmansyah....jpg
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

BATAMTODAY.COM - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menghadiri undangan  National Local Dialoque on The Urban Nexus dengan Unites Nations ESCAP (Economic and Sosial  Communatation for Asia dan Pasifik).

Acara yang dilangsungkan di Jayakarta Ballom Hotel Saripan Pasific Jakarta pada Senin (26/10) ini, dibuka oleh Plt. Kasubbid Perkotaan yang mewakili Kepala Bappenas, Wedar Haryagung. Turut hadir dalam forum itu, pimpinan dan utusan  dari ESCAP, ICLEI, GIZ, Kementerian PU dan utusan Bappenas.
 
Kegiatan yang diadakan oleh United Nations ESCAP (Economic and Sosia Communatation for Asia dan Pasific) ini bagi Kota Tanjungpinang merupakan tindak lanjut dalam mewujudkan kerjasama dalam pelaksanaan Vaccuum Sewer di Senggarang dan Sustainable Sanitary Landfill to Energy System (SSLTES) di TPA Ganet.
 
Pada kesempatan itu, selaku panelis Lis Darmansyah memberikan pemaparan dengan tema "Tantangan dan Peluang Program Urban Nexus di Kota Tanjungpinang." Dalam paparannya, Lis menyampaikan bahwa pada saat ini Pemerintah masih fokus pada pembangunan infrastruktur dasar sehingga penanggganan limbah belum dapat porsi yang cukup karena keterbatasan anggaran.

Program urban nexus dalam pengelolaan air limbah dengan teknologi vacuum sewer diharapkan sejalan dengan program nasional di bidang Cipta Karya untuk mewujudkan pemukiman layak huni dan berkelanjutan. Tantangan bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk meyakinkan Pemerintah Pusat menjadikan program pendekatan urban nexus sebagai salah satu program yang mendukung terwujudnya program Pemerintah 100-0-100 (100% akses air minum, 0% kawasan pemukiman kumuh dan 100% akses sanitasi yang layak).
 
Lis menyarankan agar implementasi program urban nexus sebaiknya melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder) karena kemitraan menjadi kunci penting dalam menjalankan pendekatan urban nexus dalam mewujudkan cita-cita kota yang inklusif, aman, layak huni, bertahan dan berkelanjutan.
 
"Pemerintah Kota Tanjungpinang mengharapkan bahwa inovasi teknologi vakum di daerah pesisir Senggarang ini dapat dijadikan pilot project untuk solusi efektif pengelolaan air limbah, dan juga mengharapkan Pemerintah Pusat dapat melakukan kajian hipotesa mengenai vaccuum di Senggarang dan konsep SSLTES di TPA Ganet sehingga dapat diketahui teknologi efektif terhadap penyelesaian limbah," harap Lis.
 
Tak lupa, pada kesempatan itu digunakan Lis untuk lebih memperkenalkan Kota Tanjungpinang pada level nasional dan internasioal yakni pimpinan dari ESCAP, ICLEI, GIZ, Kementerian PU dan utusan Bappenas tentang Kota Tanjungpinang sebagai kawasan perbatasan yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kota pelabuhan transit dan kota industri kedepannya.
 
"Semoga solusi urban nexus ini dapat efektif diimplementasikan di Kota Tanjungpinang sehingga kedepannya dapat membantu permasalahan yang sama di kota lainnya," tutup Lis.

Editor: Dodo