Gubernur Tantang Adrenalin Semua Pihak Membuat Konsep Pengelolaan Kelautan dan Maritim di Kepri
Oleh : Charles Sitompul
Jum'at | 04-09-2015 | 22:24 WIB
IMG_20150904_152342.jpg

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana, tantang adrenalin akademisi dan mahasiswa untuk mengeluarkan ide dan konsep secara komprehensif dalam pengelolaan kelautan serta maritim di Indonesia dan Provinsi Kepri khususnya.

"Melalui Konferensi Internasional Maritim ini, kami berharap agar seluruh pakar dan mahasiswa, khususnya pemuda di Kepri dapat mengeluarkan semua konsep dan membangkitkan adrenalinnya masing-masing dalam membangun dan mengelola kelautan dan maritim secara komprehensif," ujar Agung di hadapan peserta The First International Confrence On Maritime Development (ICMD) di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (4/9/2015).

Sebagai daerah maritim, Indonesia tidak ubahnya seperti kerajaan Mataram dan Sriwijaya di zaman kejayaanya dahulu, yang menguasai laut dari belahaan bumi hingga mendapat kemakmuran bagi rakyatnya. Demikian juga dengan sejumlah negara dan kerajaan lain yang ada di dunia.

Posisi strategis Indonesia yang terletak pada perlintasan transportasi laut internasional dan bahkan tiga daerah Alki melintasinya, sangat potensial untuk dimanfaatkan. "Demikian juga Kepri yang salah satu wilayah lautnya masuk dalam wilyah Alki. Seharusnya dapat kita manfaatkan dan kelola untuk kemakmuran masyarakat," ujarnya.

Dengan satu jalan tol perlintasan transportasi laut internasional ‎dari laut Kepri ini, sejatinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemberhentian 200 kapal yang melintas di laut Kepri setiap harinya. Sehingga menjadi inkam pendapatan untuk kesejahteraan daerah.

"Sebagai contoh, kota Oman di Eropa yang terletak di Teluk Versi dan Selat Ormus yang hidup dari kemaritiman dan menjadi salah satu tempat investasi strategis di dunia. Kawasan seperti Oman bukan tidak mungkin untuk kita wujudkan di Kepri. Tinggal bagaimana konsep pembangunan kemaritimannya dibentuk secara komprehensif, terintegrasi dan teritorial," ujarnya.

Di Kabupaten Natuna, misalnya, masih ada hamparan lahan yang luas. Bahkan jika dibuka investasi 'Container Yard' seperti di Oman itu, melalui industri maritim dan keluatan yang komprehensif, maka hal itu bukanlah sebagai sesuatu yang mustahi untuk dilakukan.

"Selama ini negeri kita masih mengimpor garam. Jika kita buka pabrik produksi garam dengan kualitas bagus di Kepri maka akan menghasilkan produk yang dapat diangkut kapal Internasional, yang setiap harinya dilintasi 200 kapal itu. Hal seperti ini yang perlu kita pikirkan dan manfaatkan ke depan,"jelasnya.

Extrimnya lagi, ungkap Agung, pemerintah pusat telah membentuk Perpres tentang pengaturan mendirikan pusat-pusat logistik di Indonesia yang akan dilaksanakan di sejumlah daerah perbatasan dan salah satunya di Provinsi Kepri. Sehingga hasil industri Korea, Jepang dan Eropa akan dijemput dari daerah Kepri.

"Maka,melalui konferensi internasional maritim ini, sekali lagi saya menantang adrenalin semua pemuda dan pakar kelautan untuk membuat  mimpi besar, dalam pengelolaan kemaritiman dan kelauatan di Kepri. Sekaligus mengajak generasi muda di UMRAH, sebagai generasi muda industri dibidang maritim yang handal, untuk membuat sebuah pemikiran pengelolaan maritim dan kelauatan secara terintegrasi, sehingga dapat dimanfaatkan,"pungkasnya.‎‎

Sementara itu, ketua pelaksanaan ICMD, ‎Denny Nusirwan mengatakan pelaksanan konferensi kemaritiman internasional pertama di Kepri ini bertujuan untuk lebih mendalami dan berbagi pengetahuan serta teknologi tepat guna dalam pengelolan kemaritiman.

"Dengan kegiatan ini kami berharap, akan menjadi sarana bagi setiap peserta dalam ‎menggali dan memaparkan konsep, serta sebagai wadah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dalam bidang kemaritiman,"ujarnya.

‎Pelaksanaan konferensi kemaritiman ini juga berkaitan dengan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah. Khususnya teknologi, kebijakan maritim, pendidikan kelautan dan perikanan yang diselaraskan dengan 5 Fakultas Bidang study yang ada di UMRAH.

Selain menghadirkan, pembicara dari Pakar kelautan dan Mahasiswa dari sejumlah Universitas Dalam dan Luar Negeri, konferensi yang rencanakan berlangsung selama 3 hari itu, juga melakukan kunjungan langsung kelapangan pada Minggu mendatang.


Editor : Udin