Menpar dan Kepala BPJPH Kunjungi Pulau Penyengat, Dorong Pengembangan Wisata Halal
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 16-10-2025 | 18:08 WIB
Menpar-Penyengat11.jpg
Menpar Widiyanti Putri Wardhana bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengunjungi Pulau Penyengat, Kamis (16/10/2025). (Devi/BTD)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengunjungi Pulau Penyengat, Kamis (16/10/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan wisata halal di Pulau Penyengat dan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat lokal.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Provinsi Kepri menjadi unggulan tiga besar dari sisi kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara.

"Tahun 2019 yang lalu kunjungan wisatawan mancanegara hampir 2,8 juta kunjungan, setelah covid kita mulai bangun sekarang sampai Agustus baru 1.277.000 kunjungan, namun kita yakin target kita sampai akhir tahun kita akan upayakan bisa tembus ke angka 1,8 sampai 2 juta," ujar Ansar.

Ansar juga menambahkan bahwa Pulau Penyengat merupakan pulau yang paling banyak memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia karena dari pulau inilah cikal bakal bahasa Indonesia itu lahir.

"Pulau ini disebut pulau para penulis, banyak sekali kitab-kitab hasil tulisan di sini yang sangat monumental antara lain gurindam 12 lahir dari pulau ini," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menuturkan bahwa Pulau Penyengat memiliki makna historis dan kultural yang mendalam.

"Desa ini mencerminkan integrasi antara kekayaan budaya, nilai religius, dan potensi ekonomi masyarakat. Karena itu sangat tepat jika Pulau ini menjadi lokasi simbolis untuk menegaskan komitmen kita dalam penguatan pariwisata halal," ucap Menpar Widiyanti.

Dirinya mengapresiasi kepada BPJPH, Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang, dan Masyarakat Pulau Penyengat atas kolaborasi dan semangat yang telah terjalin hingga kini.

"Semoga Sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung pengembangan desa wisata dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global pariwisata yang ramah muslim," pungkasnya.

Editor: Yudha