RTRW 2024-2044 Jadi Pedoman Investasi, BP Kawasan dan Pemko Tanjungpinang Mantapkan Sinergi
Oleh : Devi Handiani
Jum\'at | 05-09-2025 | 12:08 WIB
Sos-RTRW-TPI.jpg
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, saat sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024-2044 di Hotel Nite and Day Laguna, Kamis (4/9/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024-2044 di Hotel Nite and Day Laguna, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas arah pembangunan sekaligus memperkuat kepercayaan investor di ibu kota Kepulauan Riau tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengapresiasi kontribusi BP dalam pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat. "Kalau hanya mengandalkan APBD tentu berat. BP hadir membantu menyediakan sarana dan prasarana umum yang bermanfaat bagi warga sekaligus mendukung masuknya investasi. Harapannya, kerja sama ini terus meningkat sehingga dukungan anggaran dari kementerian dan lembaga juga makin banyak mengalir ke Tanjungpinang," ujar Zulhidayat.

Ia menegaskan RTRW bukan sekadar dokumen, tetapi pedoman utama pembangunan yang memberi kepastian hukum bagi investor. Dengan adanya tata ruang yang jelas, proses perizinan dipastikan lebih mudah dan sesuai peruntukan wilayah.

Zulhidayat juga menyoroti pentingnya optimalisasi lahan berstatus HGB maupun HGU agar mampu menarik investasi baru. "RTRW 2024–2044 diharapkan menjadi pijakan penting bagi pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang. Mudah-mudahan kebijakan tata ruang ini membawa arah pembangunan yang lebih teratur, investasi semakin mudah masuk, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BP KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, menegaskan sinergi BP dengan Pemko semakin erat. Pihaknya telah membangun hampir 800 meter jalan, memasang penerangan, serta menyiapkan lahan parkir di kawasan fasilitas umum.

Cokky juga mengungkapkan sejumlah investor telah menunjukkan minat menanamkan modal di Tanjungpinang, termasuk satu perusahaan besar yang menyiapkan investasi awal Rp 100 miliar untuk mengelola lahan sekitar 80 hektare. Selain itu, terdapat rencana investasi di sektor pengolahan limbah elektronik yang diproyeksikan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal.

"Semoga ke depan BP Tanjungpinang semakin solid bersama Pemko, Pemprov, hingga lurah dan camat yang menjadi ujung tombak di lapangan. Dukungan semua pihak sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota ini," ucapnya.

Acara sosialisasi turut dihadiri Direktur Bina Rencana Tata Ruang Wilayah I, perwakilan Kejaksaan Negeri, Dewan Kawasan Provinsi Kepri, perangkat daerah, camat, lurah, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat.

Editor: Gokli