PKP

Video Singkat TikTok Siap Edukasi Pengguna Buat Konten Positif
Oleh : Redaksi
Sabtu | 15-09-2018 | 12:29 WIB
tiktok1.jpg honda-batam
Video singkat Tik Tok.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Platform video singkat TikTok siap mengedukasi dan mendorong penggunanya untuk membuat konten-konten positif sekaligus telah memberlakukan pembatasan usia pengguna applikasi tersebut.

"TikTok itu seperti rumah di mana banyak sekali anak-anak muda berkumpul di sini, tapi sebagai yang punya rumah, TikTok punya kewajiban untuk bagaimana memberikan konten dan contoh yang positif agar anak-anak muda ini teredukasi," ujar Head of Marketing TikTok Indonesia Dina Bhirawa di Jakarta, Jumat.

Dia juga lebih lanjut menjelaskan bahwa pihaknya akan mengundang dan bekerjasama dengan berbagai pihak mulai dari kementerian hingga NGO untuk memberikan materi-materi mengenai konten kreatif yang positif tanpa menghilangkan ekspresi jiwa mudanya itu sendiri.

"Intinya kami ingin mengundang sebanyak mungkin kreator-kreator, narasumber ataupun publik figur untuk memberikan materi-materi serta konten positif di TikTok ini sehingga anak-anak muda di applikasi itu teredukasi dengan baik, jadi jangan cuma main-main saja tetapi mereka mendapatkan pesan yang positif. Itu yang menjadi misi kita juga," ujar Dina.

Pada 7 September lalu, TikTok menandatangani MoU dengan dua LSM ternama di Indonesia yakni ECPAT Indonesia dan Gerakan Nasional tentang Digital Literacy #Siberkreasi guna bekerjasama dalam literasi internet, keamanan konten online serta hal-hal penting lainnya yang terkait.

Selain berupaya mengedukasi dan mendorong penggunanya untuk membuat konten-konten positif, TikTok juga telah membatasi usia penggunanya.

"Saat ini kami sudah membatasi usia penggunanya, di mana pengguna applikasi tersebut minimal harus berusia 14 tahun dan di bawah usia itu harus mendapatkan izin dari orang tua," tegas Dina.

Langkah ini, menurut Dina, diambil oleh TikTok demi melindungi anak-anak di bawah umur agar tidak mengakses atau menggunakan applikasi tersebut secara mudah.

"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjaga agar anak-anak di bawah umur tidak menggunakan applikasi tersebut," katanya.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha