Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mendagri Setuju Ada Revisi Film G30S PKI
Oleh : Redaksi
Jumat | 22-09-2017 | 11:14 WIB
Mendagri-Tjahjo.gif Honda-Batam
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo setuju agar film Penghianatan G30S PKI perlu direvisi supaya bisa dinikmati generasi muda dengan baik.

"Kita tunggu nanti bagaimana (revisinya). Yang penting saya punya prinsip bahwa tapak-tapak sejarah bangsa harus diluruskan," kata Tjahjo saat ditemui seusai Apel Bersama Aparatur Sipil Negara Kabupaten Klaten di Alun-alun Klaten pada Jumat, 22 September 2017.

Tjahjo mengatakan, arahan Presiden Joko Widodo ihwal pembaruan film Pengkhianatan G 30S PKI sudah sangat jelas. Yakni, untuk meluruskan sejarah tanpa ada manipulasi.

"Jangan ada manipulasi, jangan ada penyelewengan, jangan menimbulkan pro dan kontra. Jangan ada beban sejarah karena (film) ini untuk bangsa ke depan," kata Tjahjo.

Saat ditanya bagian mana saja dalam film Pengkhianatan G 30S PKI yang perlu direvisi, Tjahjo mengatakan, "ya nanti yang membahas para ahli film to. Apakah konten kekerasannya masih diungkapkan, misalnya. Itu saja. Tapi tidak meninggalkan substansi masalah."

Tjahjo juga mengingatkan adanya rekayasa dalam sejarah tentang G 30S PKI. "Malah yang itu kemarin direkayasa. Ingat lho bukunya Mendiknas Nugroho Notosusanto dulu kan dibatalkan. Kan penuh manipulasi. Buku sejarah jangan dimanipulasi."

Nugroho Notosusanto adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Orde Baru Kabinet Pembangunan IV (1983 - 1985). Dari data yang dihimpun Tempo, pada 1984, Nugroho ikut menulis skenario untuk film Pengkhianatan G 30S/PKI.

Komandan Komando Distrik Militer 0723/Klaten Letnan Kolonel (Inf) Bayu Jagat mengatakan pihaknya tetap akan melaksanakan perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengimbau masyarakat agar menonton film Pengkhianatan G 30S PKI.

"Kita diperintah Panglima TNI putar (film Pengkhianatan G 30S PKI), ya putar," kata Bayu seusai Apel Bersama ASN di Alun-alun Klaten.

Sumber: Tempo.co
Editor: Gokli