Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Korban Hipnotis di Batuaji Terus Bertambah
Oleh : Gokli/Dodo
Minggu | 06-11-2011 | 14:44 WIB
Nurvianti-ditemani-Pak-Roy.gif Honda-Batam

Nurvianti, korban kejahatan hipnotis, ditemani seorang warga saat berbincang dengan batamtoday. (Foto: Gokli)

BATAM, batamtoday - Setelah beberapa waktu lalu sempat memperdayai seorang ibu rumah tangga, kali pelaku hipnotis kembali beraksi dengan menjadikan korban seorang karyawan.

 

Adalah seorang  Nurvianti alias Via (22) yang menjadi korban kejahatan hipnotis yang dilakukan oelh seorang perempuan tak dikenal di dalam rumah kontrakannya, Genta I Blok BQ/29 pada Sabtu (5/11/2011) sekitar pukul 15.00 WIB.

Via yang merupakan karyawan di PT Epson Mukakuning ini terpaksa harus kehilangan kalung emas miliknya seberat 11 gram dengan nilai uang sebesar Rp6 juta.

"Gak tahu lagi mas, padahal kalung itu perhiasan saya satu-satunya," ungkap Via dengan wajah sedih saat ditemui batamtoday di rumahnya, Minggu (6/11/2011).

Menurut keterangan Via, perempuan pelaku hipnotis itu mendatangi kediamannya ditemani seorang laki-laki tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah.

"Saya pada saat itu lagi jemur kain di luar rumah, terus perempuan pelaku itu mendatangi saya, tapi awalnya saya cuekin aja waktu wanita itu ngobrol. Saya baru menanggapi setelah perempuan itu setelah menepuk lengan saya," jelas Via.

Begitu perempuan pelaku hipnotis itu menepuk lengannya, Via lantas diajak masuk ke dalam rumah sambil menawari kerja sebagai resepsionis di sebuah acara di Plaza Batamindo.

"Dek, nanti kamu jadi resepsionis ya untuk acara Bundo Kanduang di Plaza Batamindo, gajinya lumawan loh Rp1 juta," kata Via menuturkan tawaran pelaku.

Via yang sudah terpengaruh hipnotis tersebut hanya bisa menurut perkataan pelaku, dimana dirinya sempat diolesi luluran oleh pelaku di bagian leher dan bahu.

Saat mengolesi luluran tersebut, pelaku menyuruh Via untuk melepas kalung miliknya sambil mengoles bedak luluran tersebut.

Setelah itu, Via disuruh pelaku untuk mandi. Saat Nurvianti mandi pelaku masih sempat mondar mandir di dalam rumah sambil menelepon seseorang.

"Saya kira pelaku itu temanya Via, dimana pada saat nelpon pelaku masih sempat membersihkan tangannya di dalam dapur," ujar Sita (25), teman Via satu rumah.

Setelah membersihkan tangan dari dapur, sebut Sita pelaku langsung pergi keluar rumah, barulah Via keluar dari kamar mandi.

"Kak, Ibu itu (Pelaku, red.) dimana? Kalung saya dibawa," terang Sita menirukan pertanyaan Via setelah keluar dari kamar mandi.

Mendengar pertanyaan Via tersebut, Sita langsung terkejut "Ah! bukannya itu teman kamu?" sahut Sita sambil mengatakan bahwapelaku hipnotis itu sudah pergi sewaktu Via di kamar mandi.

"Saya memang tidak sempat melihat wajah pelaku, tetapi waktu pelaku itu pergi tidak ada pamitan," tambah Sita.

Tanpa banyak basa-basi lagi mereka langsung mengejar pelaku ke luar. Namun, pengejaran itu tidak membuahkan hasil lantaran pelaku sudah terlebih dahulu pergi bersama rekan prianya.

Merasa sudah tidak bisa berbuat banyak, akhirnya Nurvianti dan Sita menceritakan kejadian tersebut sama Roy salah seorang warga di daerah Genta 1 tersebut.

Pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB, Nurvianti, Sita beserta Roy mendatangi Mapolsek Batuaji untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Tadi malam memang benar saya temani Nurvianti dan Sita melapokan kejadian ini ke Mapolsek Batuaji," terang Roy singkat.

Dari keterangan Roy diketahui Via merupakan korban hipnotis yang keenam di daerah Genta 1, Batuaji, akan tetapi para korban tersebut belum diketahui pasti apakah sudah melapor ke Mapolsek Batuaji atau belum.

"Jujur saya merasa geram dengan pelaku hipnotis ini. Suatu waktu kalau pelaku ini tertangkap maunya sebelum diserahkan kepada Polisi terlebih dahulu dihajar warga," kata Roy menutup perbincangan tersebut.

Sebelum batamtoday meninggalkan rumah korban, Via menyebutkan ciri-ciri pelaku bertubuh sedang, tinggi kira-kira 158 centimeter, rambut lurus ujungnya pirang, wanita tersebut berparas cantik dan wajahnya ada bintik-bintik hitam.

Ciri-ciri yang dikatakan Nurvianti tersebut, sama dengan ciri-ciri yang diterangkan korban-korban lain yang pernah diliput batamtoday, dan juga sama dengan selebaran yang pernah dibagikan Mapolsek Batuaji kepada warga melalui perangkat RT dan RW.