Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Antisipasi Penyebaran Virus Ransomware, Polri Perlu Perkuat Direktorat Cybercrime
Oleh : Redaksi
Selasa | 16-05-2017 | 11:04 WIB
Neta-011.gif Honda-Batam
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.

BATAMTODAY.COM, Batam - Indonesia Police Watch (IPW) menilai Polri perlu memperkuat Direktorat Cybercrime untuk mengantisipasi penyebaran Virus Ransomware WannaCry agar tidak menjadi tren kejahatan baru.

"Jika WannaCry tidak segera diantisipasi Polri dengan kekuatan penuh unit cybercrim, masyarakat akan repot tersandera para pelaku kejahatan WannaCry," kata Ketua Presedium IPW, Neta S Pane, dikutip dari siaran pers yang diterima BATAMTODAY.COM, Selasa (16/5/2017).

IPW juga berharap Polri bisa bekerja cepat untuk mengikuti perkembangan tren WannaCry, apalagi sejumlah pihak di Indonesia sudah menjadi korban penyanderaan. Sehingga bukan mustahil dalam waktu cepat WannaCry menjadi modus baru yang dilakukan para pelaku kejahatan, seperti teroris, pelaku pemerasan, penyanderaan, aksi pengusaha hitam maupun persaingan bisnis.

Dengan adanya virus Ransomware WannaCry, para teroris tidak perlu lagi melakukan penyerbuan dan penyanderaan langsung ke sasarannya, untuk meminta Polisi segera membebaskan teman-temannya yang ditahan. Mereka cukup menyerang jaringan komputer pemerintah atau perusahaan besar, untuk kemudian melakukan penyanderaan secara cyber dan bernegosiasi di dunia maya agar teman-temannya segera dibebaskan Polisi.

Melihat tren yang ada, bahwa sudah begitu banyak negara yang terserang, WannaCry memang patut diwaspadai dengan cepat. Bagaimana pun di era digital sekarang ini setiap pihak sulit melepaskan diri dari ketergantungan IT dan komputerisasi.

Sementarat virus Ransomware WannaCry sangat doyan menyandera data pengguna komputer. Jika para teroris masuk dan memanfaatkan WannaCry tentunya mereka tak sekadar menyandera data pengguna komputer perusahaan perusahaan besar atau data komputer pemerintahan, lebih dari itu bukan mustahil mereka kembangkan menjadi cyberterorisme, baik untuk membebaskan teman temannya yang ditahan Polisi mapun untuk melakukan pemerasan dalam rangka pencarian dana, dengan demikian para teroris tidak perlu lagi melakukan aksi aksi perampokan toko emas untuk mengumpulkan dana.

"Artinya, virus Ransomware WannaCry yang doyan menyandera data, bagi penggunanya tidak lagi sekadar menjadi kejahatan ekonomi. Ia berpotensi menjadi sebuah trend kejahatan yang lebih besar lagi, yakni terorisme,".

Bagi Indonesia ini sebuah tren yang sangat berbahaya dan menakutkan, sehingga perlu diantisipasi dengan cepat karena potensi radikalisme dan terorisme di negeri ini sangat tinggi. Polri lewat Direktorat Cybercrimnya harus berada di garda terdepan untuk mengantisipasi tren WannaCry.

Editor: Gokli