PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hendrizal Tak Kuasa Menahan Air Mata di Pemakaman Prita
Oleh : Hendra Zaimi/Dodo
Selasa | 01-11-2011 | 15:27 WIB
anak.gif honda-batam

Jazad Prita Isabella saat hendak dimakamkan di TPU Taman Langgeng Sei Panas. (Foto: Iwan Hirzal)

BATAM, batamtoday - Tangis Hendrizal pecah saat proses pemakaman anaknya Prita Isabella (3,8) bocah korban penganiayaan oleh ibu kandung sendiri dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Sei Panas, Selasa (1/11/2011).

Hendrizal sebelumnya tampak tegar pada saat jazad anaknya itu dishalatkan di Masjid Darul Hikmah yang tak berada jauh dari tempat tinggalnya di Jl Gunung Kerinci nomor 47 RT2/ RW1 Baloi Indah. Tapi disaat pemakan isak tangis tak bisa ditahan lagi saat anknya dimasukan ke liang lahat.

Acara pemakaman sendiri dikuti puluhan pelayat, antara lain tetangga dan kerabat korban, aparat kepolisian dan juga para wartawan. Jasad korban sendiri dimakamkan sekitar pukul 13.00 WiB usai terlebih dahulu dishalatkan.

"Saya tidak bisa berkomentar banyak, semoga Prita mendapatkan tempat yang baik dari Allah. Kalau ibunya biar hukum saja yang memprosesnya," ujar Hendrizal singkat kepada wartawan di lokasi pemakaman.

Usai proses pemakaman selesai, ucapan duka cita dari para rekan dan kerabat tak kunjung henti disampaikan. Sekali lagi emosi Hendrizal tak dapat tertahankan lagi dan untuk kedua kali tangisnya pecah tak jauh dari makam anaknya itu.

Diberitakan, Prita Isabella ditemukan sudah tidak bernyawa lagi oleh Hendrizal, ayahnya pada Senin (31/10/2011) di kamar kos tempat dia tinggal di Baloi Indah sekitar pukul 12.30 WIB pada saat jam istirahat kerja. Anehnya ibu korban, Dewi Asmarita, berpura-pura tidak tahu atas kematian korban.

Kontan saja perihal kematian korban membuat heboh warga sekitar, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemulian (RSBK) dan dokter yang menangani mengatakan korban sudah tidak bernyawa lagi usai mengalami pukulan berkali-kali dengan benda keras.

Kasusnya sendiri selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lubuk Baja, hasil pemeriksaan dinyatakan korban tewas akibat dianiaya oleh ibunya. Hasil dari pemeriksaan Dewi Asmarita telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.