PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dua Siswa SD Negeri 002 Digerayangi Wanita Pelaku Hipnotis
Oleh : Gokli/Dodo
Selasa | 01-11-2011 | 12:37 WIB
Valensia,-Ainun,-Guru,-tema.gif honda-batam

Valensia (kiri) dan Ainun (berjilbab), dua siswa SD 002 yang menjadi korban hipnotis. (Foto: Gokli)

BATAM, batamtoday - Lagi-lagi bocah SD digerayangi wanita pelaku hipnotis, seperti yang dialami oleh Ainun (9) dan Valensia (9) siswi SD Negeri 002, Tembesi Pos, Sagulung.

Kedua bocah ini dihipnotis pelaku, Rabu (26/10/2011) lalu di dalam lokasi sekolah, sehingga Ainun dan Valencia kehilangan anting-anting emas yang biasa dipakai.

Ainun saat ditemui batamtoday di SD 002 menceritakan, awalnya pelaku mendatangi Ainun dengan alasan memperbaiki jilbab yang dia pakai saat itu. Sambil memperbaiki jilbab korban pelaku langsung melepas anting-anting Ainun.

"Dek, sini dulu tante bagusin dulu jilbabnya ya, biar rapi," ungkap Ainun menirukan perkataan pelaku, Selasa (1/11/2011).

Lain dengan Valensia, pelaku sesudah mengambil anting milik Ainun dia mendatangi Valensia, dimana pada saat kejadian Valensia tidak menggunakan jilbab, sehingga pelaku langsung memperdaya Valensia dengan menepuk pundak terlebih dahulu, kemudian mengambil antingnya.

"Tante itu tepuk pundak saya, terus ambil antingku. Setelah itu Saya dan Ainun diajak beli buku gambar dan jajanan," terang Valensia dengan polosnya.

Setelah kedua korban dibeli jajanan, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor Mio warna merah. Kemudian kedua bocah baru tersadar dan melapor kepada Satpam sekolah dan gurunya.

Kepala Sekolah SD 002, Tembesi, Sagulung, Megonondo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, kata dia, setelah kedua siswinya itu melaporkan kejadian yang mereka alami, Kepala sekolah, Satpam dan guru lainya sempat melakukan pengejaran, namun pengejaran tersebut tidak membuahkan hasil lantaran pelaku sudah duluan kabur.

"Iya benar dua orang siswi kita korban hipnotis beberapa waktu lalau. Setelah kejadian itu dilaporkan sama satpam dan guru disini, kita sempat melakukan pengejaran namun pelaku gak dapat," terang Megonondo di ruang kerjanya.

Megonondo juga menambahkan, sebelum kejadian pihak sekolah sudah memberikan selebaran kepada semua siswa dan siswai supaya tidak menggunakan perhiasan emas ke dalam sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas di lingkungan sekolah.

"Setelah kejadian, saat ini orang tua siswa yang menjemput anaknya tidak diperbolehkan masuk ke dalam lingkungan sekolah. Selain itu setiap tamu yang masuk harus melapor terlebih dahulu sama satpam," tutup Megonondo.