Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Bawang dan Cabai di Batam Mulai Naik
Oleh : Michael Elya Silalahi
Senin | 03-04-2017 | 11:38 WIB
pasar-01.gif Honda-Batam

Salah satu lapak pedangang kelontong di pasal SP Sagulung. (Foto: Michael Elya Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Harga kebutuhan pokok, seperti bawang dan cabai di sejumlah pasar di Batam pada Senin (3/4/2017) mengalami kenaikan. Penyebabnya disebut karena cuaca buruk di sejumlah daerah pemasok berbagai komoditas pangan ke Batam.

 

Informasi kenaikan harga ini diperoleh BATAMTODAY.COM dari hasil pentauan di sejumlah pasar. Misalnya di pasar SP Sagulung, Batam, harga cabai merah keriting naik dari harga Rp30.000 menjadi Rp40.000/kilogram, cabai merah biasa naik dari Rp24.000 menjadi Rp27.000/kilogram, cabai rawit naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000/kilogram dan bawang merah naik dari Rp15.000 menjadi Rp19.000/kilogram.

Kendati kenaikan harga tidak terlalu siknifikan, tetap saja memberikan dampak semakin turunnya daya beli masyarakat. Bahkan, kenaikan harga cabai dan bawang itu juga bisa berdampak naiknya harga kebutuhan lainnya.

Muhammad Said, salah satu pedagang kelontong yang dijumpai BATAMTODAY.COM di pasar SP Sagulung, mengatakan kenaikan disebabkan faktor curah hujan di daerah Jawa yang merupakan asal dari pendistribusian kebutuhan pokok di Kota Batam.

"Pengantar barang yang datang ke pasar bilangnya karena faktor cuaca di Jawa. Karena musim hujan, cabe dipetik sebelum masanya. Akibatnya, komoditas cabai kurang untuk didistribusikan ke daerah-daerah. Ini yang membuat harga naik," tutur Said.

Said menambahkan, pedagang yang berjualan kebutuhan pokok di Pasar SP Sagulung, mayoritas mendapatkan pasokan cabai dan bawang dari daerah Jawa. Karena kualitas yang bagus dan tidak mengecewakan pembeli.

"Bulan April ini kami sengaja mencampur cabai dari penyedia yang berasal dari Mataram. Padahal cabai merah yang dari sana rasa pedasnya kurang. Tidak seperti cabai merah biasa dari Jawa," ujarnya.

Beberapa pedagang mengaku, penjualan kebutuhan pokok mengalami penurunan dari bulan sebelumnya. "Biasanya per hari kami bisa dapat pemasukan Rp2.000.000. April ini pendapatan turun, meleset dari target," katanya.

Dijelaskan para pedagang, daya beli dan konsumsi masyarakat menurun, sehingga permintaan akan barang kebutuhan juga menurun di awal bulan April. Ditambah, masyarakat sekarang lebih fokus untuk mempersiapkan segala kebutuhan tahun ajaran baru untuk anak-anaknya.

Editor: Gokli