Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Qatar akan Bangun Hotel Syariah di Lombok
Oleh : Redaksi
Sabtu | 25-03-2017 | 14:38 WIB
pantaisenggingi.jpg Honda-Batam

Pantai Senggigi, Lombok. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

BATAMTODAY.COM, Doha - Ambisi Indonesia menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata halal semakin dekat tercapai. Salah satunya lewat keinginan Qatar berinvestasi dengan membangun hotel syariah di kawasan tersebut.

 

Adalah perusahaan swasta asal Qatar, Retaj Grup, yang berencana melakukan hal itu. “Potensi Hotel Retaj sangat menguntungkan,” kata Chief Executive Officer Retaj Hassan Ahdab, dilansir Antara.

Sementara, Minister Counsellor KBRI Doha Boy Dharmawan menyebut, Lombok dipilih karena dianggap memiliki potensi wisata yang sangat bagus.

Adapun, minat Qatar berinvestasi hotel di Lombok itu terungkap dalam kunjungan delegasi DPR RI ke Doha. Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto melakukan pertemuan dengan Vice Chairman dan Managing Director Retaj Group Mohammed bin Johar Said Al Mohammed, beserta anggota Retaj Group Management.

Retaj Group sendiri mengoperasikan sepuluh hotel bernafaskan syariah di Qatar, Turki, Komoros, dan Arab Saudi.

Perusahaan dibangun di Doha pada tahun 2004 itu, mengoperasikan hotel berdasarkan ajaran Islam, yakni melarang minuman beralkohol dan merokok di hotel.

Soal wisata halal, Indonesia memang tengah menggenjot upaya guna menjadikan beberapa kawasan, seperti Lombok, Aceh dan Sumatera Barat, sebagai destinasi utama bagi wisatawan muslim.

Hal itu diperkuat dengan keberhasilan Indonesia membawa pulang 12 piala dari 16 kategori di ajang World Halal Tourism Awards 2016.

Beberapa kategori yang berhasil dimenangkan ialah Worlds Best Airline for Halal Travellers, Worlds Best Airport for Halal Travellers, Worlds Best Halal Destination, Worlds Best Halal Culinary Destination dan Worlds Best Halal Cultural Destination.

Di sisi lain, dari data Global Muslim Tavel Index (GMTI) 2016, Indonesia ada di peringkat 4 dalam Top 10 Halal Friendly Holiday Destination di dunia.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Dardani