Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ginjal Kronik Penyakit Terbanyak ke-2 di Indonesia
Oleh : Redaksi
Jum'at | 03-03-2017 | 10:02 WIB
ginjal-kronik01.gif Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarata - Penyakit ginjal kronik kini menjadi permasalahan serius bagi Indonesia. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan ke-dua setelah penyakit jantung, dengan pertumbuhan hampir 100 persen dalam kurun waktu 2014-2015.

 

Penduduk yang terkena penyakit ginjal pun kebanyakan berusia produktif. Data 7th Report of Indonesian Renal Registry pada 2014 menunjukkan 56 persen penderita penyakit ginjal adalah penduduk usia produktif, yakni di bawah 55 tahun.

Sementara, biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) untuk penderita penyakit ginjal pun sangat tinggi. Pada 2015, BPJS harus mengeluarkan biaya sebesar Rp2,68 triliun untuk menangani pembiayaan penderita gagal ginjal kronik.

Dengan berbagai data yang merujuk akan seriusnya permasalahan penyakit ginjal ini, Dokter Ratna Sitompul, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menganjurkan untuk lebih menerapkan gaya hidup sehat.

Penyakit ginjal kronik, kata dia, merupakan penyakit yang muncul ketika fungsi ginjal menurun secara perlahan dengan rentang waktu lebih dari tiga bulan. Penurunan itu disebabkan adanya kerusakan ginjal yang akibat abnomarlitas struktural atau fungsional.

"Abnormalitas itu menyebabkan ginjal tak bisa berfungsi, padahal ginjal punya peranan penting dalam sistem metabolik tubuh manusia, seperti menyaring racun dan menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh," ujar Ratna di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Ada beberapa penyebab penyakit ginjal. Yang paling utama adalah hipertensi dan diabetes. Dan kedua penyebab ini sangat erat kaitannya dengan pola makan dan gaya hidup.

Adapun gejala penyakit ginjal kronis antara lain mudah lelah, sesak nafas, mual, gangguan tidur, keram otot, pembengkakan pada kaki dan tumit serta penurunan daya konsentrasi dan nafsu makan.

Untuk menghindari penyakit ini, Ratna mengatakan tak ada cara lain selain hidup sehat dengan gizi seimbang. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Sedangkan konsumsi air putih yang cukup harus dilakukan untuk kesehatan ginjal.

"Aktivitas fisik yang cukup, seperti olahraga juga harus dilakukan demi mencegah penyakit ginjal," ujar Ratna.

Sumber: CNNIndonesia