Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Usai Memakan Korban di Batu Aji dan Sagulung

Cewek Cantik Pelaku Hipnotis Beraksi di Batam Kota
Oleh : Hendra Zaimi
Jum'at | 14-10-2011 | 14:16 WIB
hipnotis-ilustrasi-_110826092642-481.jpg Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAM, batamtoday - Cewek cantik pelaku hipnotis yang selama ini memakan korban di daerah Batu Aji dan Sagulung, kini mulai beraksi kembali di Batam Kota. Dalam aksinya pelaku mengaku sebagai karyawan Otorita Batam (OB) dan mendatangi rumah korban di Perumahan Cendana Blok F/6 Batam Centre, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 7.30 WIB.

Korban Lina (18) dan Dina (19) merupakan mahasiswi Universitas Batam (Uniba) Jurusan Kesehatan, keduanya ditawarkan pelaku untuk menjadi tenaga medis di sebuah rumah sakit. Mendengarkan apa yang dikatakan pelaku, kedua korban hanya bisa terdiam sepertinya pelaku mengetahui benar korban adalah mahasiswa kesehatan.

"Kami berdua hanya bisa terdiam saat dia menawarkan pekerjaan itu, dan tidak bisa berkata apa-apa dan mengikuti semua apa yang dikatakan dia (pelaku, red)," ujar Lina kepada wartawan, Jumat (14/10/2011).

Bukan hanya terdiam karena ucapan pelaku saja, apa yang disuruh pelaku juga diikuti kedua korban. Pelaku menyuruh keduanya untuk mandi sebelum bersama-sama pergi ke tempat yang dijanjikan. Namun sebelum mandi, korban Dina disuruh pelaku pergi ke pintu gerbang perumahan untuk mengambil tas milik pelaku yang tertinggal.

"Saya langsung saja pergi ke depan perumahan untuk mengambil tas, tapi sampai di sana tidak ada apa-apa," kata Dina.

Sementara Dina pergi, Lina disuruh pelaku cepat-cepat mandi tetapi sebelumnya seluruh perhiasannya seperti gelang, kalung dan cincin telah dicopot pelaku. Betapa terkejut Lina usai mandi dia baru sadar dia menjadi korban hipnotis karena pelaku sudah tidak ada di dalam rumah.

"Semua perhiasan saya sudah tidak ada lagi di kamar, termasuk uang tunai dan dompet," terangnya.

Sama seperti Lina, Dina pun mengalami hal yang sama. Semua perhiasan miliknya raib, namun handphone miliknya tidak ikut hilang sebab sempat dititipkan sama teman sebelah rumah.

Akibat aksi hipnotis itu, kedua korban mengalami kerugian sebesar Rp6 juta. Kasusnya sendiri sudah dilaporkan ke Polsek Batam Kota.

"Kita berharap pelakunya cepat ditangkap, mengapa pula kami yang hanya mahasiswa ini tega dijadikan korban oleh pelaku," ujar Lina dengan nada kesal.