Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gubernur Tetap Upayakan Siswa SMP, SMA dan SMK di Kepri Laksanakan UN Berbasis Komputer
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 26-01-2017 | 19:50 WIB
UNBK.jpg Honda-Batam

Ilustrasi UN berbasis komputer (Sumber foto: diposkan.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, mengatakan pihaknya telah merespon dan menerima surat edaran dan imbauan Menteri Pendidikan, untuk memfasilitasi sekolah SMP, SMA dan SMK sederajat di daerahnya, melakukan Ujian Nasional 2017 Berbasis Komputer (UNBK). 

"Apa-pun amanat konstitusi dan arahan dari Pemerintah Pusat, hendaknya tidak menjadi beban bagi kita, tetapi akan menjadi peluang dengan melaksanakan secara bertahap. Kalau hari ini belum dapat kita laksanakan seratus persen, tetapi setidaknya sudah dapat dilakukan secara bertahap," ujar Nurdin menanggapi surat edaran Menteri Pendidikan yang mewajibkan semua sekolah SMA/SMK sederajat melakukan UN dengan Basis Komputer itu.

Nurdin juga mengatakan, kendati penggunaan UNBK di Kepri tidak mungkin dapat dilaksanakan seratus persen, melihat kondisi sarana dan prasarana listrik dan internet di sejumlah kabupaten/ kota di Kepri belum memadai, namun menurutnya, bukan berarti pemerintah pasrah dengan kondisi dan keadaan tersebut.  Namun tetap akan terus dilakukan perbaikan dan peningkatan sarana dengan keyakinan dan tentunya melalui peran semua pihak.

"Kita tidak pasrah, tetapi akan terus kita lakukan perbaikan, khususnya pendidikan di pulau-pulau di Kepri, dan kita akan upayakan semaksimal mungkin dengan melakukan beberapa langkah," ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Atmadinata mengatakan, dengan keluarnya surat edaran Menteri Pendidikan tentang pemberlakukan UN dengan sistim UNBK itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terus mendorong sekolah agar melaksanakan UN dengan sistim UNBK.

Namun demikian, bagi sekolah yang belum memungkinkan, juga tidak dipaksanakan dan akan tetap melaksanakan UN secara manual.

"‎Kami terus mendorong dan mendata, berapa sekolah nantinya yang dapat melaksanakan UNBK ini. Dan jika memang tidak sanggup, karena masih belum cukup komputer, tidak perlu dipaksanakan dan pelaksanaan UN-nya dilakukan secara manual berdasarkan kertas," ujarnya.

Dari data Dinas Pendidikan, tambah Atmadinata, 2017 ini sekolah yang melaksanakan UNBK di Kepri akan naik 300 persen, dari tahun sebelumnya. Tahun 2016 lalu hanya 6 SMP dan 8 SMA dan SMK 19 sekolah yang bisa melakukan UNBK.

"Untuk tahun 2017 ini, jumlah sekolah SMP yang menyatakan akan melaksanakan UN dengan UNBK mencapai 44 sekolah SMA serta SMK 38 sekolah negeri," ujarnya.

‎Saat ini, masih kata Atmadinata, pihaknya juga masih menunggu kesediaan sekolah SMP, SMA dan SMK Swasta lain yang siap melaksanakan UN dengan sistim UNBK, untuk dilaporkan ke Kementerian Pendidikan.

Editor: Udin