Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ternyata Rantai Motor yang Dipotong Pengaruhi Keamanan Berkendara
Oleh : Redaksi
Sabtu | 17-12-2016 | 10:14 WIB
Ilustrasi-motor1.jpg Honda-Batam

Ternyata Rantai Motor yang Dipotong Pengaruhi Keamanan Berkendara. (Foto: Ilustrasi).

BATAMTODAY.COM, Batam - Keluhan rantai yang mulai kendur seiring dengan masa pakai motor, beban yang diampu setiap harinya serta jarak tempuh kerap dihadapi pengguna kendaraan roda doa.

 

Biasanya, keluhan tersebut dianggap cukup bisa diatasi dengan mengencangkan baut di bagian roda belakang. Jika tidak bisa, pilihan lain yang dilakukan yaitu mengganti gir set motor dengan yang baru.

Namun ada juga pilihan lain yang kerap dijadikan alternatif termudah yakni memotong beberapa ruas rantai yang kendur. Namun, amankah hal tersebut untuk berkendara jangka panjang?

Menanggapi hal terebut, Mekanik Senior Honda Motor Care Ahmad Fauzi mengatakan cara tersebut meski terbilang aman, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan pengguna motor.

Salah satu yang paling mencuri perhatian yakni kondisi gir yang kian mulai meruncing.

"Kalau untuk jarak jangka panjang sebenarnya kurang aman untuk berkendara karena kualitas rantai menjadi kurang baik. Kami sarankan sebaiknya secepatnya diganti," kata Fauzi saat ditemui CNNIndonesia.com di Depok, Jumat (16/12/2016).

Meski terbilang riskan untuk jarak tempuh jauh, ia mengaku kerap menemukan konsumen yang bersikukuh memotong rantai, bukan menggantinya dengan sparepart baru.

Menghadapi kondisi tersebut, Fauzi mengaku tidak bisa memaksakan konsumen sebagai pemilik kendaraan. Meski riskan, sejatinya masih ada alternatif terakhir yang bisa dilakukan yakni menyetel ulang rantai motor.

"Dibanding dipotong, ada alternatif terakhir yakni menyetel rantai motor agar di jalanan tidak lepas karena kalau kendur jadi mudah copot," ujarnya.

Dalam proses pengerjaan, kata dia, pemotongan rantai kendur ada yang dikerjakan secara manual atau menggunakan alat khusus. Pengerjaan dengan cara manual yang kerap dilakukan lebih beresiko merusak komponen rantai yang tidak ikut dipotong.

"Sebenernya kalau untuk pemotongan rantai yang pakai alat itu ngga ngerusak. Sementara kalau manual karena dipukul pakai obeng kemudian digerinda jadi bisa merusak komponen yang dipotong sehingga tidak aman saat dipakai berkendara," lanjutnya.

Bukan hanya itu, meski dipotong menggunakan alat khusus ia juga memastikan masa pakai rantai tidak bisa disamakan dengan sparepart baru.

Sebulan setelah rantai dipotong, pemilik motor dianjurkan untuk segera menggantinya dengan yang baru. Hal itu juga harus mempertimbangkan besarnya beban yang harus diangkut motor setiap harinya.

"Sebulan biasanya sudah maksimal untuk daya pakai masih kuat, itu juga tergantung beban karena semakin berat rantai bisa mudah mengendur lagi," pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha