Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikdasmen Siapkan 150.000 Beasiswa D4 dan S1 untuk Guru
Oleh : Redaksi
Minggu | 31-05-2026 | 09:32 WIB
Muti_Mendikdasmen.jpg Honda-Batam
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan 150.000 beasiswa pendidikan tinggi jenjang diploma IV (D4) dan strata 1 (S1) bagi guru di seluruh Indonesia.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya tenaga pendidik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan peningkatan kapasitas guru menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas pada masa mendatang.

"Guru-guru yang belum D-4 dan S-1, kami sediakan beasiswa dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau," kata Abdul Mu'ti di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Abdul Mu'ti, setiap penerima beasiswa akan memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp 3 juta per semester. Program tersebut ditargetkan dapat membantu guru menyelesaikan pendidikan D-4 atau S-1 dalam waktu maksimal 4 semester.

Program itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mewajibkan guru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah memiliki kualifikasi akademik minimal D-4 atau S-1.

"Kurang lebih 200.000 guru di Indonesia belum berpendidikan D-4 maupun S-1. Kami tidak mau melihat ke masa lalu, sehingga tahun ini kami siapkan beasiswa," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, guru yang telah memenuhi kualifikasi akademik D-4 atau S-1 dapat mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh sertifikat pendidik profesional. Sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi.

Selain program beasiswa, Kemendikdasmen juga menyediakan berbagai pelatihan bagi guru yang didanai melalui APBN maupun dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Pelatihan yang disiapkan antara lain pembelajaran mendalam, pemrograman (coding), pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pelatihan kepala sekolah, hingga Bahasa Inggris.

"Ada juga pelatihan kepala sekolah, Bahasa Inggris, dan lainnya yang menjadi prioritas untuk kemajuan sektor pendidikan," katanya.

Kemendikdasmen juga memperluas cakupan program revitalisasi sekolah. Program tersebut tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur fisik sekolah, tetapi juga dapat digunakan untuk pembangunan pagar sekolah dan penyediaan sarana air bersih.

Pemanfaatan program revitalisasi juga mencakup pembangunan maupun renovasi rumah guru di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), pembangunan rumah ibadah yang menyatu dengan lingkungan satuan pendidikan, serta penyediaan sarana pendukung lainnya sesuai kebutuhan sekolah.

"Supaya guru-guru di daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau, tidak perlu pulang pergi karena sudah disediakan rumah dinas," ucap Abdul.

Editor: Surya