Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bunga Kartu Kredit Bakal Berkurang, Nasabah Girang
Oleh : Redaksi
Jum'at | 09-12-2016 | 13:02 WIB
ilustrasi-menggunakan-kartu-kredit1.jpg Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Kabar baik bagi pengguna kartu kredit di dalam negeri. Jika tidak ada aral melintang, Bank Indonesia (BI) akan menggunting bunga kartu kredit dari 2,95 persen per bulan menjadi hanya 2,25 persen. Rencana ini akan tertuang dalam beleid yang diharapkan rilis pada bulan ini atawa awal tahun depan.

 

Tentu para pengguna kartu kredit menyambut hangat kebijakan yang menguntungkan konsumen tersebut. Tidak sedikit nasabah mengaku beban pembayaran kartu kreditnya semakin meringankan, mengingat pemangkasan mencapai 70 basis poin (bps) per bulan atawa 840 bps (8,4 persen) per tahun.

Hindarti Purwaningsih, karyawan perusahaan reasuransi, salah satunya. Ia mengaku, mengantongi dua keping kartu dari bank swasta, tetapi belum berani menggesek untuk mencicil barang impian atau belanja. Selama ini, penggunaan kartu kredit masih menjadi alat pembayaran.

"Saya takut, kalau beli barang atau belanja tidak dibayar lunas nanti kena bunganya besar. Bunga kartu kredit setahun itu bisa 36 persen. Belum administrasi dan sebagainya. Makanya, kalau bunga turun sih mau lah belanja dicicil," ujarnya, silansir CNNIndonesia.com, Jumat (9/12/2016).

Menurut Hindarti, tidak sedikit nasabah kartu kredit yang terjerat utang karena bunga membengkak, kemudian dikejar-kejar debt collector. Informasi itu diperolehnya dari berbagai rekan-rekannya. Sehingga, untuk menghindari hal tersebut, ia hanya menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran.

"Seluruh tagihan yang masuk, saya bayar lunas. Saya tidak mau utang kartu kredit menumpuk. Toh, saya menggunakan kartu kredit biasanya karena tidak bawa atau kekurangan uang tunai," imbuh ibu satu putra tersebut.

Cindy Silviana Sukma, karyawan perusahaan multinasional juga bilang hal serupa. Selama ini, ia memanfaatkan penggunaan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai semata. Misalnya, untuk membayar tiket pesawat, memesan hotel, hingga membayar transportasi daring.

Namun, sebelum jatuh tempo tagihan, ia mengklaim, telah membayar tagihan, termasuk biaya yang timbul. “Pembelanjaan online terutama, kan susah dengan kartu debit. Akhirnya, terpaksa menggunakan kartu kredit. Tapi, bayar langsung lunas,” terangnya.

Meski program kartu kredit banyak menawarkan cicilan, Cindy enggan memanfaatkan promosi tersebut. Pasalnya, bunga kartu kredit cukup memberatkan. Makanya, penurunan bunga kartu kredit akan membuat perempuan 28 tahun ini mempertimbangkan untuk melakukan cicilan.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha