Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ahok Lukai Umat Islam, Ketua DPP Golkar Mundur Siap Melawan
Oleh : Redaksi
Selasa | 11-10-2016 | 12:02 WIB
Ahok-Novanto.jpg Honda-Batam

Kemesraan Ketua Partai Golkar Setia Novanto dengan Ahok. (Foto: Ist)

 

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua Departemen Bidang Energi dan Energi Terbarukan DPP Partai Golkar, Dedy Arianto, mundur dari jabatannya karena partainya tetap mendukung kandidat petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dedy menegaskan siap melawan Ahok agar tidak menjadi gubernur lagi, karena dinilai telah melukai perasaan umat muslim.

 

“Dengan pernyataan resmi mundur yang sudah saya sampaikan ke Sekjen Golkar dan pimpinan, saya tinggal mengurus administrasi pengunduran dari jabatan. Saya siap tempur melawan Ahok karena Ahok sudah melukai perasaan umat Islam,” tutur Dedy dalam perbincangan dengan CNNIndonesia.com, Selasa (11/10/2016).

Dedy menegaskan, dengan dirinya sudah muncul ke permukaan, karena sudah membuat pernyataan resmi mundur, maka segala risiko dan konsekuensi siap dihadapi. “Ini masalah aqidah, prinsipil. Umat Islam yang perasaannya terluka bukan hanya di Jakarta saja tapi juga di daerah-daerah lain,” ujar Dedi yang mengaku juga siap bila partainya menjatuhkan sanksi.

Menurut Dedy, permintaan maaf yang dikeluarkan Ahok pada Senin kemarin tak cukup untuk mengobati luka perasaan umat Islam. “Permintaan maaf tidak jelas, minta maaf sudah bikin gaduh, bukan minta maaf kepada umat Islam yang sudah dicederai perasaannya. Proses hukum harus dilanjutkan terkait penistaan agama,” kata Dedy.

Dedy mengaku sangat berharap Partai Golkar bisa mengubah dukungannya tidak ke Ahok lagi. “Mudah-mudahan ada kesadaran dari DPP Golkar untuk menarik dukungan,” ucap Dedy.

Sebelumnya, politisi yang juga tokoh muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan Ahok sudah sampai pada mengundang orang banyak untuk melewati batas sabarnya. Arogansi dan sikap kasarnya semakin hari semakin nyata serta menunjukkan sikap yang jauh dari upaya membangun masyarakat yang toleran dan cinta damai.

“Sikapnya tidak saja selalu mengundang amarah, merusak kedamaian, dan menyakitkan, tapi juga sudah sampai pada menyerang bahkan menista agama Islam. Ahok telah menghina Al Quran, yang artinya telah menghina ummat Islam keseluruhan. Ini bukan lagi sekadar soal pilgub DKI semata,” tutur Doli dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com.

Doli menambahkan, dirinya sebagai seorang muslim dan juga kader Golkar merasa tersinggung. “Oleh karena itu, saya mendesak agar Partai Golkar untuk segera menarik dukungannya kepada Ahok,” ujarnya.

Berbeda dengan Dedy dan Doli, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar DKI Jakarta Fayakun Andriadi optimistis pernyataan maaf Ahok kepada masyarakat muslim menunjukkan kebesaran jiwa Ahok sebagai pemimpin. Karena, faktanya, tidak ada pernyataan Ahok yang menistakan agama.

"Meminta maaf untuk sebuah kesalahan adalah lumrah. Tapi meminta maaf hanya karena alasan lebih mengedepankan keharmonisan hidup berbangsa, itu kebesaran jiwa. Dan Ahok menunjukkan itu," kata Fayakun dalam keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com, hari ini.

Menurut Fayakun, Ahok menyadari bahwa mayoritas masyarakat mudah terpancing amarahnya oleh isu yang tidak bertanggung jawab tanpa terlebih dahulu mencari apakah isu tersebut benar atau tidak. "Jadi Ahok meminta maaf bukan karena salah, tapi lebih karena alasan menjaga kehidupan tenang dan harmoni di tengah warga," ujarnya.

Fayakun menambahkan, kehidupan harmoni berbangsa dan bernegara terlalu mahal untuk dikorbankan demi kepentingan politik di Pilkada Jakarta DKI ini.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Dardani