PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Terkait Rekayasa Kasus Perampokan Dotamana

Keluarga Yosi Minta Oknum Polisi Ditindak Tegas
Oleh : Hendra Zaimi/Dodo
Selasa | 20-09-2011 | 18:07 WIB
Dotamana.jpg honda-batam

Pelaku perampokan Dotamana yang tewas didor polisi.

BATAM, batamtoday - Sama seperti apa yang dirasakan oleh para korban, keluarga pelaku perampokan juga merasa terkejut dengan pemberitaan adanya dugaan rekayasa kasus perampokan oleh oknum perwira polisi Satuan Reserse Polresta. Pemberitaan ini sekaligus menjawab pertanyaan besar dari pihak keluarga karena ada merasa ada yang ganjil pasca perampokan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Nurbaiti (52) atau lebih dikenal dengan panggilan Mama yang tidak lain adalah orang tua dari Yosi, salah satu korban perampokan yang kini masih buron dan menurut keterangan pihak Polresta Barelang sempat tertembak peluru petugas pada punggung bagian kirinya pada saat penggrebekan di lokasi kejadian.

Dalam wawancara dengan batamtoday di tempat tinggalnya, Komplek Maritime Square Jodoh blok B/13 RT 4/ RW 6, Mama Yosi sangat terkejut saat pertama kali mendengar pemberitaan adanya dugaan rekayasa perampokan yang melibatkan anak ketiganya itu dan merasa menjadi bagian orang yang teraniaya sebab hanya dijadikan tumbal untuk kepentingan pribadi oknum polisi tersebut.

"Orang tua mana yang tidak terkejut dengan pemberitaan itu, apalagi hanya dijadikan tumbal oknum polisi yang licik untuk urusan kepentingan pribadi. Biarlah tuhan yang membalasnya nanti," ujar Mama, Selasa, 20 September 2011.

Dia menambahkan, belum lagi hilang dari ingatan pasca kejadian dimana keluarga selalu didatangi pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait aksi perampokan yang dilakukan Yosi. Bahkan saking memikirkan keadaan Yosi, Mama sempat jatuh sakit dan tidak mendapatkan penghasilan karena tidak bisa berjualan dan hingga kini tidak mengetahui kabar anaknya apakah masih hidup ataupun mati.

"Kalau dipikir-pikir bisa gila, siapa yang tidak sayang sama anak sendiri. Entah hidup atau mati dia, tidak ada kontak lagi sampai sekarang," kata Mama dengan raut wajah penuh kesedihan.

Mama mengatakan ada keganjilan pasca perampokan itu, saat berhasil kabur dari sergapan polisi di lokasi kejadian Yosi bersembunyi dikediamannya di Perumahan Maitri Garden Batam Centre. Dengan kondisi tertembak pada bagian punggung kanan, Yosi menghubungi Mama untuk datang ke sana.

Begitu mendapatkan kabar itu, Mama bergegas datang ke rumah Yosi dan mendapati anaknya sedang terbaring didalam rumah. Mama sempat memberikan obat pada luka tembak dipunggung Yosi dengan memberikan betadine dan perban, usai diobati Yosi pamit kepada Mama sambil mengatakan dirinya dalam pengejaran anggota polisi.

"Belum sampai setengah jam Yosi pergi, polisi datang kerumahnya itu dan menanyakan keberadaan Yosi. Dari mana polisi tau keberadaan Yosi, kalau tidak ada sesuatu di balik itu," terang Mama menjelaskan keganjilan pasca perampokan itu.

Sebab selama ini, lanjut Mama, Yosi adalah sosok anak yang baik dan pendiam. Kalau tidak dibujuk atau dijanjikan oleh sesuatu oleh orang lain tidak mungkin dia mau melakukan itu. Madon adalah orang tersebut, sebab tidak lama usai berkenalan dengan Madon tingkah laku Yosi berubah dari kehidupannya sehari-hari.

"Tidak tau apa yang dijanjikan kepada Yosi dan temannya dari kampung yang direkrut untuk merampok. Seharusnya Madon dan oknum polisi yang merekayasa itu yang ditindak tegas atas perbuatan itu," kata Mama dengan nada kesal.

Meski begitu pihak keluarga tidak akan menuntut atau melaporkan atas kasus rekayasa itu, sebab kasus yang menimpa sebelumnya sudah cukup membuat luka yang mendalam bagi keluarga. Pihak keluarga hanya berharap aktor intelektual dalam kasus ini mendapat balasan setimpal atas perbuatan yang merugikan orang banyak ini.