PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dua Pemuda Diculik dan Babak Belur Dihajar 9 Preman
Oleh : Gokli/Dodo
Kamis | 15-09-2011 | 16:36 WIB
pengeroyokan.jpg honda-batam

Ilustrasi.

BATAM, batamtoday - Sahrio Sihombing (25) dan Audi Purba (25) warga perumahan Senawangi Blok A/10 Batuaji, babak belur dihajar 9 preman. Diduga aksi pengeroyokan ini dilatarbelakangi insiden senggolan dengan sebuah Metro Trans beberapa waktu lalu.

"Stang motor saya disenggol oleh mobil Carry Metro Trans itu," kata Audi di Mapolsek Batuaji pada Kamis (15/9/2011).

Akibanya sepeda motor yang ditungganginya terjatuh dan kemudian sang sopir Metro Trans tersebut berhenti lalu turun. Sopir yang tidak diketahui identitasnya tersebut lantas meminta ganti rugi kepada Audi lantaran mobilnya lecet.

Audi dan Sahrio ketakutan melihat sopir Metro Trans yang bertubuh besar. Mereka berdua menyanggupi akan memberikan ganti rugi untuk body mobil yang lecet, padahal mereka yang disenggol dan terkapar di jalan.

"Saat itu kami menyanggupi karena kami takut, soalnya badannya lebih besar dibanding dengan kami yang kecil begini," papar Sahrio yang juga memberikan nomor HP-nya kepada sang sopir tersebut.

Selang dua minggu setelah kejadian, tepatnya, Selasa (13/9/2011) supir carry menghubingi Sahrio, akan tetapi saat itu tidak dijawab lantaran dia sedang berada di tempat tukang urut untuk mengobati keseleo yang dialaminya saat terserempet Metro Trans.

Merasa tidak dihiraukan, besoknya Rabu (14/9/2011) sekitar malam pukul 21.00 WIB sang sopir Metro Trans menghubunginya lagi.

"Alamat rumah kami ditanya, karena gak meresa curiga saya kasih aja alamat yang lengkap," paparnya.

Selang beberapa menit tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB, rumah Sahrio dan Audi didatangi lima orang pria bertubuh besar. Awalnya mereka sempat bersalaman dengan kelima pria itu. Namun tiba-tiba dirinya langsung dihajar dengan menggunakan balok kayu.

Audi yang saat bertutur pada batamtoday menunjukkan bekas luka gigitan di tangannya, karena sewaktu mereka didatangi kelima pria bertubuh besar tersebut Audi dan Sahrio sempat membuat perlawanan.

Sahrio dan Audi yang kewalahan menghadapi kelima pria itu terakhir mengambil jalan selamat. Mereka berdua sempat ingin lari, namun mereka keburu ditangkap dan dimasukkan kedalam mobil carry Metro Trans yang dibawa pelaku.

"Kami diseret ke dalam carry, kemudian kami dibawa ke salah satu tempat di daerah punggur. Di dalam mobil itu mulai dari rumah sampai ke daerah Punggur kami terus dipukuli. Yang sempat saya ingat ada delapan orang pria yang mukuli kami di dalam carry, satu orang lagi menyetir," terang Audi.

Pada saat mereka tiba di daerah Punggur tepatnya di salah satu tempat kosong dan sunyi, kami digebukin lagi dan diancam akan dibunuh. Saat itulah Audi dan Sahrio menyanggupi akan memberikan ganti rugi sebesar Rp1,5 juta untuk biaya perbaikan mobil yang lecet itu.

Begitu Audi dan Sahrio menyanggupi akan membayar ganti rugi, Sahrio disuruh menghubungi rekannya yang tinggal di rumah untuk menyiapkan uang tersebut.

Salah seorang rekan Audi dan Sahrio, Simanjuntak saat di depan Polsek Batuaji mengatakan, setelah kedua rekannya tadi dibawa pelaku dengan mobil Metro Trans, dia dan rekannya yang lain melapor ke ketua RW setempat.

"Kami melapor ke pak RW, kemudian kami diajak ke Polsek Batuaji membuat laporan," jelas Simanjuntak yang duduk di samping Sahrio.

Pak RW yang diketahui bermarga Lubis dan juga salah seorang anggota Brimob ini dengan sigap menanggapi pengaduan warganya.

"Setelah kami melapor ke polsek, Pak RW dan beberapa anggota polisi langsung meluncur ke daerah Punggur," kata Simanjuntak.

Belum sampai di daerah Punggur, Metro Trans yang digunakan untuk menculik tersebut sudah tiba di daerah Muka Kuning, dan akhirnya mereka bertemu di Simpang Kabil Muka Kuning.

Begitu Audi dan Sahrio turun dari dalam carry, Pak RW dan anggota Polisi Batuaji langsung menyergap pelaku.

"Pelaku langsung disergap, kemudian dibawa ke Polsek Batuaji," papar Simanjuntak.

Malam itu juga sekitar pukul 01.00 WIB pelaku langsung dimasukan ke sel untuk pengamanan sebelum diproses lebih lanjut,"Saya juga sudah ditanyai Polisi tadi malam, tapi pada hari ini kami berdua disuruh datang lagi untuk memberikan keterangan," jelas Audi.

Sementara itu Kapolsek Batuaji, Kompol Jamaluddin SN yang dihubungi batamtoday mengatakan peristiwa tersebut didasari masalah selisih paham. Namun dia tidak memberikan keterangan lanjut mengingat proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Saya belum begitu paham, mereka masih diperiksa," ungkap Jamaluddin.