Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mendikbud Sebut Program "Full Day School" Tetap Jalan
Oleh : Redaksi
Jum'at | 12-08-2016 | 11:26 WIB
Menteri-pendidikan.jpg Honda-Batam

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (Sumber foto: Kompas.com)

BATAMTODAY.COM, Bantul - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, wacana sekolah sehari penuh atau yang disebutnya sebagai kokurikuler tetap berjalan meskipun mendapat penolakan.

Gagasan kokurikuler itu sebelumnya dikenal publik dengan sebutan "Full Day School".

"Full day (sehari penuh), jalan. Teknisnya belum, tetapi Insya Allah jalan," kata Mendikbud usai berkunjung ke SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis  (11/8/2016).

"Itu berkaitan dengan pendidikan karakter tingkat SD dan SMP," kata dia.

Menurut dia, penerapan sekolah sehari penuh akan terus dikaji dan disiapkan teknis pelaksanaannya. Penerapan itu mempertimbangkan pendidikan karakter, meskipun di lingkungan keluarga juga ada pendidikan karakter.

"Di keluarga iya (ada pendidikan karakter). Akan tetapi kan enggak ada jeleknya sekolah ikut menanggung," kata Muhadjir.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud juga meresmikan peluncuran mobil tenaga hybrid yang didesain menyerupai mobil balap formula karya siswa SMK Muhammadiyah Imogiri. Muhadjir juga mencoba menyalakan mesin mobil.

Kepala SMK Muhammdiyah Imogiri Bantul, Nur Wahyuntoro mengatakan, mobil hybrid dengan menggunakan tenaga listrik dan bahan bakar premium serta dilengkapi dengan panel surya tersebut merupakan karya praktik siswa di sekolah.

"Para siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan terus berkarya, tahun lalu hasil pembelajaran praktik siswa berupa mobil go kart bertenaga elpiji. Tahun ini mobil bertenaga hybrid," kata dia.

Terkait dengan penerapan sekolah sehari penuh yang diwacanakan Mendikbud, menurut Nur Wahyuntoro, sekolah menyatakan siap merealisasikan.

Bahkan penerapan sekolah sehari penuh di sekolah ini sudah dilaksanakan sejak dua tahun terakhir.

"Kami sudah siap, bahkan sejak dua tahun lalu siwa belajar di sekolah sampai pukul 17.00 WIB. Pertimbangannya jika anak pulang lebih awal, anak lebih banyak waktu luang," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Editor: Udin