Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Keutamaan Mengingat Mati
Oleh : Redaksi
Sabtu | 02-07-2016 | 11:26 WIB
berdoa.jpg Honda-Batam

Ilustrasi berdoa (Sumber foto: CNN)

Oleh : KH Yahya Cholil Staquf (Sumber foto: CNN)


Rasulullah Muhammad SAW pernah melarang orang melakukan ziarah kubur ketika orang-orang masih belum sempurna pemahamannya tentang iman dan tauhid. Larangan dilakukan lantaran khawatir orang-orang itu akan menyembah kuburan.

Tapi setelah Rasulullah menjalankan dakwah hingga orang-orang mengerti dengan baik makna tauhid dan iman, Rasulullah justru menganjurkan orang untuk berziarah kubur.

Rasulullah bersabda dari Ibnu Masud ra, sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “Aku dulu telah melarang kamu berziarah kubur maka (sekarang) berziarahlah (ke kubur). Karena ziarah kubur itu dapat menjauhkan keduniaan dan dapat pula mengingatkan alam akhirat.” (HR. Ibnu Majah)

Jadi tujuannya adalah mengingat mati, sebagai tujuan mendasar. Karena penting, mengingat mati adalah hal penting. Kita tidak tahu kapan ajal datang. Belum tentu kita meninggal ketika sudah tua, banyak yang masih muda dipanggil Allah karena berbagai sebab.

Dengan mengingat mati, orang akan ingat bahwa akan ada kehidupan akhirat sesudah mati dan akan ada pembalasan atas segala amal perbuatan yang dilakukan selama hidup. Hal ini membuat orang berusaha memperbaiki dirinya selama hidup dan menghindari perbuatan yang jelek.

Semakin sering mengingat mati, maka semakin baik. Tentu saja juga tidak harus terus-menerus karena ada waktu tertentu, ada keadaan tertentu yang sebaiknya tidak mengingat mati. Pada malam pertama pengantin baru misalnya, tidak usah ingat mati. Yang satu sudah ingin, yang satunya ingat mati.

Pedagang di pasar, ada orang menawar. “Ini sarung harga berapa, Bu?”

Pedagang menjawab, “Terserah sampeyan saja, Pak, sampeyan enggak bayar juga boleh. Mudah-mudahanan menjadi bekal saya sesudah mati.”

Kalau begitu, enggak sampai sehari langsung bangkrut.