Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sikap Parmusi Ini Perlu Dicontoh, Kirim Dai ke Perbatasan
Oleh : Irawan
Kamis | 02-06-2016 | 17:27 WIB
Parmusi.jpg Honda-Batam

Ketua Umum Parmusi kirim puluhan dai ke perbatasan

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Krisis moral yang terjadi saat ini tak lepas dari minim dan dangkalnya pengetahuan masyarakat mengenai ilmu agama. Kekeringan aspek ruhiyah atau tipisnya iman membikin seseorang bisa mudah terpancing berbuat jahat.

Oleh karena itu, butuh sebuah upaya yang terintegrasi dan bertahan dalam menyelamatkan generasi muda penerus bangsa. Salah satunya, menanamkan pendidikan agama sekaligus mencetak muslim yang berkualitas.
 
Berangkat dari hal itu, kemarin (1/6/2016), Parsaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengirim puluhan dai ke sejumlah daerah pelosok dan perbatasan. Tujuannya, mencetak dan mendidik masyarakat setempat agar kualitas akan pemahaman agamannya meningkat.   
 
"Transformasi nilai-nilai keagamaan mendesak ditujukan kepada remaja dan pemuda di seluruh pelosok negeri tercinta ini," ujar Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam ketika melepas ke-60 dai di Parmusi Center, Jalan Sagu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
 
Bagi Usamah, ke-60 Dai itu akan membentengi akidah umat Islam di daerah-daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar. 
 
Di antaranya Aceh Singkil, Tapanuli Utara, Atambua, hingga Timor Leste. Rencananya, para dai ditugasi mencetak lima (5) dai setiap kecamatan melalui pendidikan santri kilat mulai Bulan Ramadhan ini.
 
Dia menambahkan, kegiatan yang dilakukannya ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus kontribusi Parmusi bagi negara bangsa. 
 
Apalagi, katanya, Parmusi sudah berubah paradigma dari berorientasi politik menjadi Parmusi berbasis dakwah, sosial, ekonomi, dan pendidikan, sebagai connecting moslem.
 
Karenanya, Usamah mengajak seluruh organisasi Islam dan partai Islam untuk bersama-sama bergandeng tangan menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945. 
 
"Buatlah kegiatan yang bukan hanya artifisial melainkan kegiatan yang substansial demi tetap tegaknya NKRI dan Islam yang Rahmatan Lil Alamin," tutup Usamah, yang juga mantan wartawan itu.
 
Editor: Surya