Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Guru di Anambas Keluhkan Kesejahteraan dan Syarat Kenaikan Pangkat
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 01-06-2016 | 08:24 WIB
guru1.jpg Honda-Batam

Ilustrasi guru. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Para guru di Kabupaten Anambas mengeluhkan kenaikan pangkat yang terkesan tidak fleksibel. Pasalnya, bagi guru yang ingin naik pangkat harus membuat karya tulis.

 

Salah seorang guru,yang mengajar di SDN 01 Palmatak, Endang mengatakan, untuk kenaikan pangkat dari 3b ke 3c harus membuat karya tulis. Dirinya merasa syarat tersebut sangat memberatkan.

"Kalau mau naik pangkat, harus membuat karya tulis. Itu cenderung memberatkan. Karena untuk mengajar saja waktu sudah terkuras," katanya, Selasa (31/5/2016).

Sementara itu, salah seorang guru yang mengajar di SMK 1 Air Asuk, Surbakti mengeluhkan kesejahteraan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di pulau sangat minim. Untuk itu, pihaknya berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan hal tersebut. ‎"Kesejahteraan pegawai di pulau sangat minim. Kami ingin intensif ditambah," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kepri yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepri, HZ Dadang Abdul Gani mengatakan, pihaknya akan membahas hal tersebut dengan Kementrian. Dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, dapat membantu untuk mencarikan solusi yang terkesan memberatkan para guru.

"Kenaikan pangkat dan minimnya kesejahteraan guru yang mengajar di pulau, tengah kita perjuangkan sampai ke tingkat kementrian. Secara umum permasalahan guru di situ. Petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) tunjangan sertifikasi, serta kenaikan pangkat yang belum berpihak pada guru," tegasnya.

Expand