Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RUU Perfilman untuk Atasi Kelesuan Industri Film Nasional
Oleh : Irawan
Selasa | 08-03-2016 | 18:25 WIB
Diskusifilm_edit.JPG Honda-Batam
Diskusi. Forum Legislasi RUU Perfilman

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf prihatin terhadap nasib perfilman nasional yang kian terpuruk. 


Menurut dia keterpurukan film layar lebar di tanah air ini merupakan sebab akibat dari maraknya atau kian bomingnya tontonan stripping acara televisi.

"Penonton kita terkesima oleh acara stripping televisi, orang disuruh nongkrong di depan TV dari sore sampai malam, habis perfileman kita," kata Dede dalam acara Forum Legislasi "RUU Perfileman" di Lobi Nusantara III Gedung DPR RI, Selasa (8/3/2016).

Karenanya Kang Dede sapaan bekas aktor laga ini, menganjurkan kepada pemerintah untuk melakukan pembatasan terhadap acara televisi yang bersifat stripping atau kejar tayang. Pembatasan demi menumbuhkan minat menonton film layar lebar di tengah masyarakat.

"Jadi kalau mau menyelamatkan film Indonesia adalah dengan menghentikan stripping. Stripping hanya boleh di bulan Ramadhan dengan tema tertentu, bukan setiap hari, jadi negara harus intervensi" pintanya.

Bahkan politisi PAN ini juga berharap adanya kebijakan pemerintah yang mampu menggandeng pemilik modal untuk bekerjasama dengan kabupaten-kabupaten di Indonesia dalam menghadirkan apa yang Ia sebut sebagai biokop tahap 2, yang diyakininya mampu menggairahkan dunia perfileman nusantara.

"Kalau ada kebijakan, investasi masuk membuat film dan bioskop. Harus ada aturan maen, bikin dikabupaten. Tiketnya cukup 5 ribu, dengan begitu sineas kita bisa bernafas," imbuhnya

Menjaga Eksistensi
Senada dengan apa yang disampaikan Dede Yusuf, wartawan film Yan Wijaya mengatakan keberadaan bioskop tahap dua di kabupaten-kabupaten merupakan solusi yang tepat dalam menjaga eksistensi film layar lebar di era digital yang kian mengancam keberadaan perfileman nasional.

"Kita membutuhkan biokop dengan tiket seharga sepuluh sampai limabelas ribu dan didirikan dikabupaten yang merupakan kantung uang," katanya.

Dirinya meyakini filem-filem asal Hollywood sekali pun belum tentu menang jika diputar di bioskop-bioskop di daerah tersebut.

"James Bond dan Star Wars sekalipun pun bisa kalah sama film Indonesia kalau bicara di tingkat kabupaten," tutupnya. 

Editor : Surya