Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rasa Kekinian Untuk Album Insya Allah

Transformasi Musik Nasyid Pada Musikalitas Seorang Maher Zain
Oleh : sumantri
Sabtu | 06-08-2011 | 10:08 WIB
Maher_Zain.jpg Honda-Batam

Sampul Album Insya Allah Maher Zain 

BATAM, batamtoday - 'Thank You Allah', album debut Maher Zain, penyanyi berdarah Libanon asal Swedia, ini sebenarnya telah dirilis pada tahun 2009 yang lalu. Namun tampaknya memang tak ada kata terlambat, karena untuk wilayah Indonesia, album ini pun akhirnya dirilis tahun 2011 ini.

 

Secara materi tidak banyak terdapat perbedaan, hanya saja untuk edisi Indonesia, terdapat dua lagu yang menyertakan Bahasa Indonesia dalam liriknya.

Kredit lebih tampaknya harus diganjar kepada Maher, karena ditangannya, lagu rohani, terutama nasyid, dapat dikemas dengan menjadi lebih kontemporer dan tak terdengar “ketinggalan zaman” dengan memanfaatkan melodi, harmoni dan sound yang lebih kekinian.

Tentu saja 'Insya Allah' adalah lagu yang mengangkat namanya. Sebuah nomor balada yang mencampurkan antara nuansa timur tengah dengan tembang pop kekinian, lagu ini terdengar menjadi begitu syahdu dan juga insipiratif. Dan meski untuk versi bahasa Indonesia menampilkan vokal Fadly dari kumpulan Padi, ternyata tidak mengurangi kekhasan lagu ini, karena vokal Fadly yang kompeten berhasil mengiringi senandung Maher.

Thank You Allah adalah album yang berhasil menggabungkan antara ramuan melodi konvensional, juga tradisional dengan sentuhan kekinian. Pengaruh RnB terasa kental memenuhi atmosfir album ini. Kehadiran Bilal Haji, yang biasa menulis untuk Jennifer Lopez (On The Floor) atau Nicole Scherzinger (Poison) dalam dua buah lagu, Always Be There dan Hold My Hand mempertebal kesan tersebut.

Dengan aransemen kekinian, track-track tersebut menghadirkan kesan moderen, meski secara lirik tetap bersi puji-pujian terhadap Sang Pencipta. Awakening atau Open Your Eyes atau The Chosen One adalah contoh track-track lain yang menghadirkan kemasan moderen tadi, diaransemen dengan memanfaatkan melodi yang pop-ish namun sekali lagi menghadirka lirik-lirik relijius.

Meski begitu, Maher tidak melupakan untuk memasukan lagu-lagu yang cenderung tradisional, meski tetap dikemas dengan sentuhan yang lebih moderen. Coba saja dengarkan lagu klasik seperti Ya Nabi Salam ‘Alaika yang dihadirkan dalam bahasa Inggris, Urdu, Turki dan Arab. Meski secara esensi lagu ini tetap sebuah shawalat yang mengangungkan Rasullah, tapi percayalah, ditangan Maher lagu ini terdengar lebih mudah dicerna dan juga sangat menyenangkan untuk didengarkan bahkan turut serta bershalawat.

Dilain sisi, Maher tampaknya tetap mencoba politis dengan menghadirkan track seperti Palestine Will Be Free, satu-satunya lagu yang terdengar cukup gelap di album ini. Vokal Maher terdengar resah dan penuh dengan perasaan, seolah-olah menyuarakan ketidakadilan yang diterima bangsa Palestina selama ini. MUngkin ini satu-satunya track yang terdengar misfit ketimbang track-track pembangun jiwa spirituil yang memenuhi album ini. Bukan berarti jelek juga, namun tidak terdengar tepat saja.

Dengan Thank You Allah, seorang Maher Zain tidak hanya ingin menembangkan pujian-pujian rohani akan tetapi juga ingin memperluas pangsa pendengarnya, sehingga ia memilih untuk hadir dalam berbagai bahasa. Seperti Allahi Allah Kiya Karo yang menampilkan vokal Irfan Makki.

Track bilingual ini (Inggris dan Urdu) memang terdengar seperti sebuah lagu yang berasal dari Bollywood, tapi dengan track Sepanjang Hidup yang hadir yang merupakan versi Indonesia dari For The Rest of My LIfe, tampaknya seorag Maher Zain ingin agar dinamika musikalitasnya tidak terbatas dan segmentatif, sehingga memilih untuk memilih pendekatan yang lebih luas dan pastinya diharapkan dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan penggemar.

Dan jika itulah maksud dan tujuan M aher Zain dalam album Thank You Allah ini, maka ia bisa dikatakan berhasil. Sebuah album pop yang manis dan menyenangkan untuk disimak dan juga komunikatif ditelinga pendengarnya. Bukankah itu syarat menjadi sebuah album pop yang baik? Meski bertema religi dan mendakwahkan semangat spiritual keislaman, namun ternyata tidak menghalangi Maher Zain untuk menghibur para pendengarnya.

TRACK LIST:

1. “Insha Allah” (feat. Fadly “Padi”) 4:24

2. “Always Be There” 4:26

3. “Ya Nabi Salam Alayka” 4:59

4. “Palestine Will Be Free” 4:55

5. “Thank You Allah” 5:30

6. “Allah Hi Allah Kiya Karo” (feat. Irfan Makki) 5:14

7. “The Chosen One” 3:54

8. “Baraka Allahu Lakuma” 4:30

9. “Sepanjang Hidup” 3:56

10. “Hold My Hand” 4:06

11. “Awaken” 3:43

12. “Subhana Allah” 4:54

13. “Open Your Eyes” 4:26

14. “For The Rest Of My Life” 3:54

15. “Insha Allah” 4:26