Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pengusaha Minta Solusi Pemerintah Soal Kenaikan Harga Beras di Lingga
Oleh : Nur Jali
Senin | 09-11-2015 | 12:12 WIB
beras_pinang1.....jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Kenaikan harga beras dan gula di Lingga membuat beberapa pedagang maupun pemasok dua komoditas itu membatasi pengiriman dari Tanjungpinang dan Batam, hal ini dikarenakan daya beli masyarakat juga menurun.

"Harga beras saat ini per karungnya untuk 25 kilogram mencapai Rp 300 sampai Rp 350 ribu, harga ini sudah sangat tinggi dan merupakan harga tertinggi," kata Amin, salah satu pedagang di Pasar Dabo, Senin (9/11/2015).

Sejak bulan lalu harga beras sudah mulai naik, namun harga tersebut masih dapat dikontrol dan masih layak dijual. Tapi dalam beberapa hari terakhir ini harga beras dan gula semakin tinggi. 

"Itu harga beras lokal, kalau dari Jambi kita belum cek tapi harganya juga tidak jauh beda," ungkapnya.

Jika pemerintah tidak andil dalam hal ini maka dikhawatirkan, stok beras di Lingga akan langka. "Kita masih punya cadangan dari Jambi tapi semua itu harus ada andilnya pemerintah, karena tidak mungkin pedagang masukan secara ilegal itu malah berisiko," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koprasi Kabupaten Lingga Muzammil saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan beberapa pihak, pengusaha dan intansi terkait untuk membicarakan kenaikan harga beras dan gula.

"Tadinya sudah kita agendakan, untuk menemui Bulog dan beberapa pengusaha dan instansi terkait, khusus untuk membahas masalah ini, mudah-mudahan akan ada solusinya dalam waktu dekat," kata Muzammil.

Editor: Dodo