Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Membongkar Peredaran Beras Plastik di Batam

Inilah Bukti Laporan Dugaan Beras Plastik ke BPOM
Oleh : CR12
Selasa | 27-10-2015 | 11:53 WIB
Sei_Beduk-20151027-02109.jpg Honda-Batam
Inilah bukti yang diberikan oleh Ibu Tia, Bagian Sertik BPOM Kepri saat membuat laporan beras plastik. (Foto: Harun Al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dalam beberapa kali dikonfirmasi pers mengenai dugaan peredara beras sintetis di Batam, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri selalu mengelak bahwa pernah ada laporan mengenai beras sintetis itu. 

Tapi ternyata, Heriyanti (35), warga Tembesi Sagulung Batam yang menjadi korban peredaran beras plastik itu, masih menyimpan bukti bahwa dirinya bersama suaminya,Yoso telah melaporkan masalah ini ke BPOM Kepri.

"Waktu itu, yang menerima laporan kami namanya Ibu Tia, bagian Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (Sertik). Ibu Tia itu juga memberi saya kartu nama dan selebaran, ini masih saya simpan, " ujar Heriyanti sambil menunjukkan bukti laporannya itu kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (27/10/2015). 

Sayangnya, ketika diminta surat bukti  laporan resmi, Ibu Tia hanya memberikan kartu nama dan surat edaran itu. Termasuk, ketika Heriyanti dan suaminya minta bertemu dengan Kepala BPOM Kepri, tidak diizinkan oleh Ibu Tia. 

Karena itulah, Heriyanti mengaku bingung dengan sikap BPOM Kepri yang selalu mengelak bahwa pernah ada laporan dugaan beras plastik itu. 


Ditambahkannya lagi, dirinya tidak ingin membuat masalah beras plastik ini menjadi membingungkan masyarakat. 

"Saya dan suami cuma ingin meminta penjelasan dari BPOM apakah beras yang sudah terlanjur kami komsumsi itu aman bagi kesehatan, kalau tidak ke BPOM, ke mana lagi kami mengadukan masalah ini," tegas ibu rumah tangga itu. 

Meski demikian, sebagai korban peredaran dugaan beras plastik, Heriyanti merasa senang dengan respon cepat pihak polisi yang telah mengambil sampel beras plastiknya itu sebanyak 3 kilogram dan saat ini tengah diuji di labolatorium Polda Sumatera Utara. 


Editor: Dardani