Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sekolah Peraih Nilai UN dan IIUN Tinggi Hanya 12 Persen

Hasil UN SLTP 2015 Tunjukkan Masalah di Sekolah Negeri Lebih Besar Dibanding Swasta
Oleh : Redaksi
Jum'at | 12-06-2015 | 14:57 WIB
hasil_UN_dan_IIN_2015.jpg Honda-Batam
Grafik: Kemendikbud

BATAMTODAY.COM, Magelang - Jumlah sekolah se-Indonesia yang meraih nilai ujian nasional (UN) dan indeks integritas UN (IIUN) tertinggi dalam UN SMP/MTs tahun ini hanya 12 persen. Berdasarkan hasil UN SMP/MTs tahun 2015, dari total total 52.163 sekolah yang melaksanakan UN tahun 2015, sebesar 50 persen dari total tersebut meraih nilai UN tinggi tetapi IIUN rendah.

Kemudian 17 persennya meraih nilai UN rendah tetapi IIUN tinggi. Sementara 22 persen sisanya meraih nilai UN rendah dan IIUN rendah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, pun mengajak seluruh pelaku pendidikan menjadikan capaian hasil UN dan IIUN tersebut sebagai potret awal untuk melakukan ikhtiar perbaikan ke depan. Hasil saat ini agar dijadikan sebagai bahan koreksi bagi seluruh sekolah di Indonesia.

Anies menjelaskan, saat ini sekolah yang IIUN rendah menjadi fokus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk perbaikan ke depan yang lebih baik. Ke depan, kata dia, sekolah-sekolah harus mampu meraih hasil nilai UN dan IIUN yang tinggi.

"Untuk mengubah dari nilai rendah ke nilai tinggi harus kerja keras tetapi untuk mengubah integritas rendah ke integritas tinggi cukup berhenti contek-mencontek," katanya saat konferensi pers di SMP Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2015).

Anies menyampaikan, secara rerata nilai UN dan IIUN SMP/MTs swasta lebih tinggi daripada SMP/MTs negeri. Hal ini, kata dia, merupakan pekerjaan rumah bagi sekolah-sekolah negeri. "Dari angka ini terlihat, (secara umum) problem justru lebih besar di sekolah negeri dibandingkan di sekolah swasta," katanya seperti dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
IIUN itu sendiri diukur dalam pelaksanaan UN berbasis kertas atau paper based test dengan jawaban pilihan ganda. Bila satu kelas, kata Anies, jawaban benar dan jawaban salahnya sama serta pola jawaban yang sama pula, maka dapat diketahui di kelas itu terdapat kerja kolektif dari peserta UN dalam menjawab naskah soal UN.

Dia mengatakan, ada dua komponen kerja kolektif tersebut, yaitu kerja sama antarindividu dan kerja sama sistemik. "Dari dua itu muncullah rata-rata indeks integritas," ujarnya. (*)

Editor: Roelan