Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jalan Berliku Membangun Karakter Bangsa
Oleh : Redaksi
Kamis | 26-02-2015 | 11:00 WIB

Oleh: Dedy Setiono*
 
MEMBANGUN sebuah bangsa layaknya mendirikan sebuah rumah, yang merupakan wadah ataupun tempat dimana kita tinggal. Untuk membangun sebuah rumah tentunya tidak hanya dibutuhkan bangunan fisik saja perlu juga membangun manusia yang tinggal untuk menjaga dan merawat rumah tersebut, begitu pula bangsa ini, dalam membangun sebuah bangsa tentunya bukan hanya membangun dari segi fisik saja namun dibutuhkan pula fisikisnya satu ruh yang menjalankan pemerintahan, dalam hal ini kita kenal dengan istilah sumber daya manusia.

Teringat kembali dalam benak kita satu pernyataan yang indah dari Proklamator kita Bung Karno "Dalam membangun suatu bangsa tidak harus dimulai dari fisik dan ekonomi semata, akan tetapi yang perlu dibangun terlebih dahulu adalah keperibadian suatu bangsa itu sendiri". Artinya membangun pribadi bangsa itu merupakan aspek urgansial dalam suatu bangsa, dengan peningkatan sumber daya manusia yang ada tentunya akan meningkatkan sumber daya alam yang tersedia.

Bangsa yang berdiri tegar, bangsa yang mumpuni di mata dunia, adalah suatu bangsa yang memiliki jati diri, bangsa yang berkarakter, bangsa yang di dalamnya hidup manusia manusia yang berlian yang menjadi pandu negeri. Dewasa ini sesuai perkembangan jaman, pergaulan global di segala sektor, bahkan ak ada limit akses komunikasi di seluruh penjuru negeri sehingga memudahkan akses baik negative ataupun positif dalam diri personal yang berefek pada kehidupan berbangsa dan bernegara, sebab adanya degradasi moral dan intelektual akan berakibat pada kehidupan seseorang, begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tentunya asupan dari negara lain baik lewat media atau yang lainnya akan menjadi pengaruh yang kuat, akibatnya terjadi penyimpangan dengan berbagai bentuk refleksi dari dinamika global tersebut. Hal ini akan menjadi salah satu permasalahan bangsa yang jelas akan menjadikan bangsa ini terpuruk dan kehilangan jati diri.

Hal ini terlihat jelas saat ini beberapa aksi-aksi oknum masyarakat Indonesia yang anti terhadap ideologi dan falsafah bangsa. Kondisi tindakan yang demikan tentunya membutuhkan cara atau sebuah pembangunan karakter dalam diri sesorang untuk mengembalikan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Membangun karakter dalam kehidupan sebuah bangsa merupakan suatu cara untuk menjadikan bangsa kembali pada jati dirinya, artinya pembangunan karakter masyarakat menjadi aspek terpenting saat ini untuk menghadapi tantangan global, agar bangsa indonesia berjalan dan berkembang sesuai ideologi dan karakternya sebagai Indonesia. Membangun dan memperbaiki jiwa jiwa kebangsaan yang telah meumudar adalah salah satu cara menciptakan sebuah bangsa yang berkarakter.

Pembangunan karakter dalam kehidupan suatu bangsa tentunya melihat aspek global yang terjadi dewasa ini dalam sebuah negeri. Dewasa ini semangat kebangsaaan, kecintaan terhadap bangsa dan rasa memiliki Indonesia sudah mulai memudar artinaya semangat Nasionalisme perlu dibangun dan ditumbuhkan kembali dalam bangsa ini, meciptakan kembali jiwa jiwa nasionalis dalam diri dengan melakukan beberapa hal yang mencerminkan kehidupan bangsa Indonesia, dengan semangat nasionalis, dengan jiwa nasionalisme, tentunya masyarakat akan kembali mengobarkan semangat kebangsaaan, cinta terhadap bangsa, mengabdi untuk bangsa, dan merasa menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Artinya jiwa nasionalisme menjadi bagia penting dalam membangun karakter suatu bangsa.

Selain semangat nasionalisme untuk mengembalikan jati diri bangsa agar bangsa memiliki karakter, tentunya sebuah bangsa harus kembali pada pedomanya, kembali kepada falsafahnya yaitu Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Pengamalan pancasila dalam aplikasi kehidupan sehari-hari akan melekatkan jiwa masyarakat pada karakter sebuah bangsa yang memiliki pedoman Pancasila, dengan jiwa ketuhanan yang akan menciptakan masyarakat yang relegius, bertuhan, beragama, dan bernorma dalam kehidupanya. Manusia yang beradab dan bertindak arif, adil, dan bijak sana dalam menjalani kehidupan. Jiwa yang selalu bersama, bersatu dalam cita cita yaitu kemajuan bangsa. Bangsa yang senantiasa berembug, bernegosiasi dalam damai dan diskusi, bangsa yang memiliki satu kesepakatan bersama dalam mengambil keputusan. Hidup saling berbagi adil dan bijak demi kemaslahatan umat dan masyarakat. Hal-hal tersebut adalah contoh sederhana jika pengamalan pancasila terlaksana dengan baik, berbudaya pancasila dan mebudayakan pancasila merupakan satu bentuk pembangunan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang hidup di bawah ajaran Pancasila.

Selanjutnya, bangsa kita merupakan bangsa yang berbhineka tunggal ika, artinya pebedaaan dalam persatuan, tenggang rasa , toleransi dengan perbedaan untuk bersatu dalam Indonesia juga merupakan pengamalan dari Pancasila dalam membentuk jati diri bangsa. Sebuah contoh kondisi saat ini bangsa Indonesia sering terpropa ganda oleh oknum yang bertujuan memecah belah antar suku, ras dan agama, yang kondisinya sangat ironis jika negara tunggal ika hanya bercerai berai karena perbedaan. Artinya konsep kebersamaan, toleransi, dan semangat persatuan merupakan salah satu cara untuk membentuk bangsa yang harmonis. Jika jiwa tersebut mampu terbentuk dan dibangun kembali tentunya bangsa Indonesia akan tetap utuh dan bersatu. Dan ciri khas bangsa Indonesia akan kembali lagi terlihat di kancah global, dunia akan kembali melihat Indonesia yang bertaring bak macan asia dulu.

Karakter dan jati diri sebuah bangsa merupakan satu ciri khas sebuah negara untuk dapat dihargai, disegani dan dihormati bangsa lain, lahirnya sebuah bangsa yang hebat dan kuat adalah terbentuk dari jiwa jiwa bangsa yang berkarakter dan memiliki jati diri. Oleh karena itu pembangunan karakter bangsa merupakan hal terpenting saat ini yang harus kembali dilakukan dan terus menerus agar bangsa Indonesia kembali pada kejayaannya, mengembalikan dan membangun semangat nasionalisme, mebangun dan mengamalkan kembali Pancasila, meningkatkan kembali rasa persatuan dan kesatuan dalam diri individu rakyat Indonesia. Dengan demikian bangsa Indonesia akan kembali jaya dan berdaya, bedikari dan mandiri, menjadi bangsa Indonesia yang dikenal, bangsa yang bermartabat dan bamgsa yang terhormat dengan karakternya. Sesuai pesan pendiri bangsa ini Indonesia yang besar dahulu kini dan kemudian hari adalah Bangsa Indonesia yang memiliki ciri khas dan jati diri. *
 
 
*) Penulis adalah Pemerhati Masalah Kebangsaan tinggal di Jakarta.