Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemberian Oksigen pada Pasien Serangan Jantung Ternyata Membahayakan
Oleh : Redaksi
Jum'at | 21-11-2014 | 08:44 WIB
Oksigen.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM - Praktek yang sudah berlangsung selama lebih dari seratus tahun didunia kedokteran yakni memberikan oksigen pada pasien serangan jantung ternyata diketahui justru malah membahayakan ketimbang membantu pasien.

Temuan ini diketahui dari penelitian yang menunjukan 20% pasien serangan sakit jantung semakin memburuk kerusakan pada jaringan jantungnya jika diberikan oksigen.

Penelitian ini dilakukan terhadap 411 pasien yang dirawat oleh petugas paramedis pada Perawatan Intensif Ambulan Victoria MICA yang secara rutin memberikan oksigen pada seseorang yang menderita serangan jantung, dan ternyata tindakan tersebut tidak memberikan manfaat dan bahkan pada beberapa kasus justru malah menyebabkan kerusakan pada otot jantung.
 
Dari hasil scan MRI para pasien tersebut menunjukan adanya peningkatan kerusakan pada jantung dalam kurun waktu 6 bulan pada pasien yang diberikan oksigen.
 
Hasil dari penelitian ini dirilis dalam Konferensi Asosiasi Ahli Jantung Amerika di Chicago, yang merupakan konferensi yang paling bergengsi di dunia.
 
Lebih dari 100 tahun, dokter dan perawat diketahui secara rutin memberikan oksigen kepada pasien yang mengalami serangan jantung.
 
Rekan peneliti yang juga paramedis Ambulan Victoria, Ziad Nehme mengatakan kepercayaan dibalik tindakan itu adalah oksigen akan mampu mencapai jaringan jantung yang rusak dan akan memperkecil serangan jantung.
 
Namun menurutnya studi yang dilakukan justru menunjukan pasien serangan jantung yang menerima oksigen justru kerusakan pada jaringan jantungnya meningkat 20%.
 
"Oksigen mempersempit arteri koroner dan mengurangi aliran darah ke jantung sehingga dapat mempercepat jumlah peradangan dan stres yang disebabkan terhadap jaringan jantung, " katanya.
 
Dia mengatakan temuan itu berlawanan dengan pemahaman yang ada saat ini.
 
"Kebanyakan orang diajarkan dalam pelatihan medis yang mereka jalani, oksigen bermanfaat banyak bagi semua orang dan tidak membahayakan," katanya.
 
"Uji klinis ini penting. dan temuan ini dipastikan akan mengubah praktek di tingkat lokal, nasional dan internasional."
 
Nehme mengatakan studi lebih lanjut mengenai hal ini diperlukan untuk mengetahui apa dampak dari pemberian oksigen terhadap tingkat kematian pasien serangan jantung.
 
Sementara itu Dr Tony Bartone, Presiden Asosiasi Dokter Victoria mengatakan hasil riset ini perlu dikaji ulang terlebih dahulu  sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perubahan dalam memberikan tindakan pada pasien serangan jantung.

"Yang perlu dipahami adalah  ini merupakan wilayah yang selalu berkembang," katanya.
 
"Jika kita melihat segala bentuk intervensi klinis, akan selalu ada perbaikan dan perubahan pada praktek sebelumnya dari waktu ke waktu dan seiring dengan bertambahnya pengetahuan juta, maka kita akan membuat perubahan perlahan-lahan,"

Sumber: ABC Radio Australia