Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cegah Ebola, Kesehatan Jemaah Haji yang Kembali ke Tanah Air Perlu Diperiksa
Oleh : Redaksi
Rabu | 15-10-2014 | 09:58 WIB

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia baru menganjurkan pemeriksaan kepada jemaah haji untuk menghindari penyebaran penyakit yang mematikan seperti Ebola dan MERS CoV, setelah beberapa kelompok terbang telah kembali ke Tanah Air. Kementerian Kesehatan sendiri mengimbau para jemaah haji itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan yang seksama.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tjandra Yoga Aditama, dalam surat tertulisnya Rabu (15/10/2014) pagi mengatakan, jemaah haji yang melakukan penerbangan jauh rentan tertular penyakit Ebola sebagaimana terjadi dengan perawat Spanyol dan di Amerika Serikat. Perawat tersebut tidak pernah ke Afrika namun tertular oleh pasien yang dirawatnya di Spanyol dan di Amerika Serikat.

"Kasus tersebut hendaknya menyadarkan kita, bahwa di negara maju dengan alat pelindung diri yang lengkap saja bisa tertular virus Ebola, karena itu hendaknya kita juga mewaspadai penyebaran Ebola melalui jemaah haji Indonesia," kata Tjandra, yang dikutip dari laman Sekretaris Kabinet.

Menurut Dirjen PP dan PL Kemenkes itu, kalau Ebola masuk ke suatu negara, harus dilakukan penanganan kesehatan masyarakat segera, agar tidak meluas, seperti kejadian di Afrika.

Ia menyebutkan, ada lima langkah penanganan kesehatan masyarakat yang harus dilakukan terkait penyebaran Ebola itu, yaitu penanganan pasien Ebola dengan perawatan intensif dan isolasi maksimal; penelusuran kontak yang biasanya dari satu  kasus akan ketemu puluhan orang kontak;
penanganan kontak, mulai dari pengukuran suhu berkala dan berbagai derajat karantina bila diperlukan; penanganan lingkungan; dan komunikasi risiko, agar masyarakat memahami dan ikut mencegah meluasnya penularan.

Adapun terkait virus sindrom pernafasan MERS CoV yang telah banyak menelan korban jiwa di negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Tjandra menyampaikan, hampir satu juta penduduk Asia (Indonesia dan negara Asia lainnya) saat ini sedang di Arab Saudi, dan sudah mulai kembali ke Tanah Air masing-masing yang perlu diwaspadai.

Ia mengingatan, kalau Ebola hanya menular melalui kontak langsung cairan tubuh pasien, maka MERS CoV dapat menular melalui udara. "Jadi ini juga mudah tersebar melalui penerbangan internasional," beber Tjandra.

Dia menjelaskan, ada lima tahap pencegahan masuknya MERS CoV yang harus dilakukan, yaitu:
pemantauan kesehatan sebelum berangkat dari Arab Saudi; pengawasan kesehatan di pesawat oleh dokter kloter, kalau ada yang sakit dilakukan radio practique dengan bandara kedatangan dan pesawat di parkir di remote area; begitu mendarat, akan melalui alat thermal scanner;
kesiapan petugas kesehatan di bandara kedatangan jamaah haji dan di asrama haji tempat jamaah mengambil bagasi; dan setiap jamaah akan mendapat K3JH, kartu kewaspadaan kesehatan jemaah Haji, untuk pengawasan kesehatan sampai tiga pekan setelah kembali ke Tanah Air. (*)

Editor: Roelan