Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tekanan Jual Saham Unggulan Depak IHSG 17.132 Poin

IHSG Di Level Merah 3825.821, Dana Asing Mengalir Keluar
Oleh : sumantri
Rabu | 08-06-2011 | 18:07 WIB
JSX_Composite_Index.png Honda-Batam

JSX Composite Indeks Pada Penutupan Perdagangan Sesi II Rabu, 8 Juni 2011

Batam, batamtoday - Bursa domestik yang tercermin dari pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan koreksi 17 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan menyusul lambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Dana asing pun kembali bergulir keluar bursa. Kepercayaan investor terhadap pasar sedikit bergolak.

"Sentimen negatif stagnannya pertumbuhan ekonomi Amerika membuat kekhawatiran melambatnya ekonomi dunia. Indeks sama sekali tak menyentuh jalur hijau sejak dibukanya perdagangan tadi pagi. Semakin lama, IHSG jatuh semakin dalam di zona merah. IHSG menciut akibat seluruh indeks sektoral lantai bursa 'kebakaran'. Saham-saham konsumer dan bank paling banyak terkena tekanan jua," papar Adriady, Junior Analis Phillip Securities Batam, kepada batamtoday, Rabu, 08 Juni 2011.

Minimnya sentimen positif hari ini membuat indeks sulit bergerak ke atas. Tekanan jual di saham-saham unggulan turut menekan IHSG tertekan semakin dalam. Mengakhiri perdagangan, Rabu 08 Juni 2011, IHSG ditutup terkoreksi 17,132 poin atau 0,45% ke level 3.825,821. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah 4,335 poin atau 0,64% ke level 677,806.

Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa masih 'terbakar' di teritori negatif. Indeks sektor industri dasar memimpin pelemahan bursa kali ini. Indeks sektor perdagangan dan aneka industri menopang jatuhnya bursa dengan pelemahan tipis akibat aksi beli terhadap saham-sahamnya di menit-menit terakhir menjelang penutupan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 108.968 kali pada volume 7,471 miliar lembar saham senilai Rp 6,341 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 163 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Tingginya volume dan nilai transaksi diakibatkan adanya transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) senilai Rp 2 triliun oleh Bahana Securities. Transaksi ini dilakukan dalam rangka merger perseroan. Sama seperti kemarin, pemodal asing kembali melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 119,807 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Setelah kompak berjalan di zona merah sejak pagi hingga siang tadi, sore ini bursa-bursa regional bergerak mixed. Bursa China menjadi yang paling perkasa di Asia. Bursa saham China ditutup menguat tipis seiring berlanjutnya efek bargain hunting dari kekhawatiran terhadap potensi naiknya suku bunga.

Indeks Komposit Shanghai (China) naik tipis 5,99 poin ke level 2.750,29, Indeks Hang Seng (Hongkong) melemah 207,04 poin ke level 22.661,63, Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat tipis 6,51 poin ke level 9.449,46 dan Indeks Straits Times (STI Singapore) turun 12,97 poin ke level 3.102,98.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada spot valas antar bank Jakarta ditutup melemah tipis di Rp8.515 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp8.513 per dolar AS. Harga Minyak dipasar international berada di level 98.42 dolar AMerika per Barel. Harga Emas di Bursa NYMEX New York berada di level 1538.30 dolar per troy ouncer.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya MLBI naik 8000 poin ke level Rp348.000, MERK naik 2000 poin ke level Rp105.000 dan DLTA naik 1500 ke level Rp118.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain MBAI turun 950 poin ke levbel Rp25.050, DSSA turun 650 poin ke level Rp15.350 dan INTP turun 550 poin kelvel Rp 16.900.