PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kisah Pemuda Terjun Bebas di Jembatan I Barelang

48 Jam Menghilang, Jasad Arsenius Ditemukan Membusuk
Oleh : Roni Ginting/ Hendra Zaimi
Sabtu | 04-06-2011 | 15:01 WIB
SAR.jpg honda-batam

Tim SAR sedang melakukan evakuasi korban (Foto: Istimewa)

Batam, batamtoday - Pencarian yang dilakukan tim SAR Satuan Pol Air Kepolisian Resor Kota Batam, Rempang dan Galang (Barelang) dan masyarakat akhirnya berhasil menemukan hasil setelah memakan waktu 48 jam, jasad Arsenius Lase (19) berhasil ditemukan di perairan Pulau Panjang Laut, Sabtu, 4 Juni 2011 sekitar pukul 12.300 WIB. Jasad korban terseret arus sekitar 3 KM dari Jembatan I Barelang.

Saat ditemukan tim SAR dan masyarakat jasad Arsenius terapung dengan posisi terlentang dengan posisi tangan terbuka, tubuh membusuk dan wajah penuh luka akibat terkena air laut dan dimakan ikan. Selanjutnya jasad dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) untuk dilakukan visum.

"Kondisi korban sudah membusuk, sekarang kita bawa ke RSOB untuk divisum," kata Kasat Pol Air, Kompol Teguh Wibowo melalui Kanit Gakum, Iptu Suranto kepada batamtoday, Sabtu, 4 Juni 2011.

Suranto menambahkan, jasad korban terseret arus yang sangat deras di lokasi pencarian sehingga terbawa ke perairan Pulau Panjang Laut pada saat ditemukan.

"Wajahnya penuh luka, dugaan kuat akibat dimakan ikan dan terkena air laut," lanjutnya.  

Pencarian jasad korban, lanjut Suranto, selain melakukan penyelaman di lokasi anggota tim SAR juga melakukan penyelaman sampai ke pulau-pulau sekitar seperti Pulau Akar, Pulau Panjang, Pulau Lance hingga sampai ke Pulau Takong.

Pencarian sendiri tidak lepas dari bantuan masyarakat sekitar yang ikut membantu proses pencarian dengan menggunakan perahu-perahu milik mereka.

"Alhamdulillah akhirnya pencarian berhasil, kami berterima kasih banyak kepada masyarakat sekitar yang selalu memberikan bantuan selama ini," ujar Suranto.

Diberitakan sebelumnya, Arsenius Lase (19) adalah kisah kedua dari pemuda yang melakukan perbuatan nekad dengan terjun bebas dari Jembatan Barelang yang meruapakan ikon wisata masyarakat Batam. Menurut informasi di lapangan, sebelum melakukan perbuatan nekad itu korban bersama anggota keluarga sebelumnya mengisi waktu libur ke Pantai kampung, Barelang.

Namun karena hujan, mereka memutuskan untuk kembali dan berhenti sejenak di Jembatan I Barelang, dan entah kenapa korban yang saat itu yang masih bertelanjang dada tiba-tiba langsung terjun bebas dari tengah jembatan dan sebelumnya sempat melakukan pemanasan sebelum melompat.

Kasus tersebut adalah yang kedua kalinya yang terjadi secara berurutan dalam minggu ini, Sebelumnya pada senin, 30 Mei 2011 sekitar pukul 19.30 WIB, Edi Suhendra (23), warga Galang yang sehari-hari bekerja di dapur arang, memilih terjun bebas dari jembatan lima Barelang karena bertengkar dengan pacarnya Ervina.