PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Anak Lelaki Semata Wayang Tewas Tenggelam di Danau UI
Oleh : Redaksi/TN
Minggu | 22-05-2011 | 09:10 WIB
danau ui.jpg honda-batam

Danau UI, Depok, Jawa Barat.

Depok, batamtoday - Nuversi dan Untari tidak henti-hentinya menangis di depan jenasah Rahmat Dika (16), anak lelaki satu-satunya yang tewas tenggelam di danau Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Sabtu siang 21 Mei 2011, dan mayatnya baru ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB malam.

Untari, sang ibu, bahkan beberapa kali jatuh pingsan karena tidak kuasa menahan kesedihan mendalam kehilangan anak emasnya itu, yang berpamit bermain futsal ternyata pergi ke Danau UI untuk memancing dan berenang.

Rahmat Dika, pelajar kelas 1 SMA 53 Jakarta itu jatuh terpeleset ketika dia bermain seluncur di pintu air danau Ulin, di depan Fakultas Ekonomi UI, Depok.

Fajar, salah seorang teman korban menuturkan, pada awalnya niat mereka hanya untuk memancing, namun kemudian tiga temanya, termasuk Dika memutuskan untuk berenang. Saat berenang itulah Dika bermain seluncur dan terpeleset. Korban kata fajar, sempat nongol dua kali dan berteriak minta tolong, tetapi sesudah itu menghilang.

Tim SAR dari Markas Brimob Kelapa Dua Depok dan Mapala UI diterjunkan untuk mencari mayat korban, juga dibantu warga sekitar. Namun jasad korban baru ditemukan tujuh jam kemudian, dan meledaklah tangis kedua orangtua Rahmat Dika.

"Dia (Rahmat Dika) adalah anak lelaki satu-satunya, jadi sangat dekat dan dimanja ibunya," kata Iksan, kakek korban seperti dikutip Okezone.

Iksan mengatakan, cucunya itu pamit kepada ibunya melalui telepon mau main futsal, tetapi  ternyata Dika pergi ke Depok mancing serta berenang di danau  UI.

"Biasanya dia sebelum pergi selalu pamit, tetapi kali ini dia pamit cuma lewat telepon." kata Iksan.

Kapolres Depok Kombes Pol Fery Abraham mengatakan, setelah melalui proses pencarian selama tujuh jam, akhirnya jenazah Dika berhasil ditemukan. Dika pun akan segera dibawa ke rumah duka di rumahnya di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

“Korban sebelum diambil pihak keluarga sempat dibawa ke gedung UPT PLK UI," kata Fery.