Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menginspirasi Dunia Lewat Karya Tulis
Oleh : siaran pers
Sabtu | 19-04-2014 | 14:15 WIB
Talk-Shaw-Stikes-Kediri1.jpg Honda-Batam
Mahasiswa STIKes Karya Husada Kediri, Jawa Timur, sedang mengikuti talkshow dalam rangka memperingati Hari Kartini. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Kediri - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Kediri, Jawa Timur, menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kamis (17/4/2014). Acara yang ditaja BEM STIKes Karya Husada itu, yang menghadirkan Aliya Nurlela dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia sebagai pembicara, diikuti 80-an mahasiswa.

"Selain pembicara dari FAM Indonesia, turut diundang narasumber lainnya, yakni Selly, mahasiswi berprestasi yang berbagi tips dan kiat menjadi mahasiswi berprestasi. Acara itu dipandu Yessi, mahasiswi semester dua STIKes Karya Husada Kediri," ujar Irfa, Humas FAM Indonesia, dalam siaran pres yang diterima BATAMTODAY.COM, Jumat (18/4/2014).

Aliya Nurlela yang juga Sekjen FAM Indonesia dalam materinya bertajuk 'Jadilah Kartini Muda Masa Depan Sebagai Wanita Inspirasi Bangsa' mengatakan, wanita adalah sosok yang penuh inspirasi dan mempunyai peran penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Wanita juga disebut sebagai tiang negara.

"Jika wanitanya baik, maka negara akan baik. Sebab, idealnya wanita melahirkan generasi-generasi terbaik," kata penulis novel 'Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh' (2014) itu.
 
Dia juga memberikan beberapa contoh wanita-wanita yang menginspirasi dunia dengan karya-karya tulisannya. Salah satunya adalah R.A Kartini yang dikenang sebagai wanita pelopor emansipasi wanita Indonesia. Kartini tidak suka dipingit, berpandangan maju, berjiwa keibuan, dan ingin rakyat bangsanya lepas dari penindasan kolonial.

"Semangat kemerdekaan yang diperjuangkan Kartini harus dimiliki wanita-wanita hari ini yang hidup di zaman merdeka," kata Aliya Nurlela yang juga menulis buku kumpulan cerpen 'Flamboyan Senja' (2013) dan 'Fesbuk' (2012).

Dipaparkan, beberapa nama penulis-penulis wanita yang menghidupkan dunia dengan karya-karyanya, di antaranya Julian (Norwich), Anne Bradstreet (Amerika), Anne Finch (Inggris), Mary Wollstonecraft (Britania Raya), Germaine Greer (Australia), Margaret Atwood (Ottawa), JK Rowling (Inggris), dan banyak lainnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Aliya Nurlela juga berbagi pengalaman tentang proses kreatifnya menulis. Ia menyebutkan bahwa dirinya pernah mengalami beberapa kali sakit parah, namun sakitnya itu menjadi inspirasi
untuk melahirkan karya tulis.

"Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Semua ada hikmah. Sakit-sehat sama-sama bisa menjadi inspirasi untuk melahirkan karya yang bermanfaat," kata penulis buku '100% Insya Allah Sembuh' (2011) ini.

Ketua III STIKes Karya Husada Kediri, Reni, mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan itu. Menurutnya, Talkshow yang digelar tersebut merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kaum wanita (mahasiswi) agar terbuka pemikiran dan wawasan mereka.

"Lebih jauh dari itu, agar mereka bisa menghasilkan karya tulis di kemudian hari," kata Reni.

Ketua BEM STIKes Karya Husada Kediri, M. Tanjung Panji, menjelaskan, kegiatan tersebut adalah acara rutin tahunan yang digelarSTIKes Karya Husada Kediri. "Alhamdulillah kampus kami tidak pernah melewatkan momen hari-hari besar nasional dengan berbagai kegiatan," ujarnya.

Sementara itu, Opan, panitia talkshow menambahkan, talkshow tersebut bisa dikatakan bagian dari penyegaran pemikiran mahasiswa di kampus. "Karena sehari-hari mereka sudah berkutat dengan materi kuliah dan kegiatan kampus, jadi perlu disegarkan kembali," tambahnya.

Selain talkshow, BEM STIKes Karya Husada Kediri juga mengadakan Lomba Debat antar Program Studi (Prodi), Merias Tumpeng, Pemilihan Putri Kartini 2014, Lomba Mading 3D, dan pemilihan Talent per kelas. (*)

Editor: Redaksi