Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Alex R Nainggolan, Pemenang Lomba Cipta Puisi Bencana
Oleh : Redaksi
Rabu | 16-04-2014 | 10:08 WIB
Suasana-diskusi-menulis-di-kantor-FAM-Indonesia.jpg Honda-Batam
Suasana diskusi menulis di kantor pusat FAM Indonesia, Pare, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Pare - Puisi berjudul "Tubuh Bencana" karya Alex R. Nainggolan (Tanggerang, Banten) dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Cipta Puisi bertema "Bencana" yang ditaja Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Nama-nama pemenang diumumkan pada Sabtu (12/4/2014) malam di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Selain puisi karya Alex R. Nainggolan, tim juri juga menetapkan dua pemenang utama lainnya, yakni Juara 2 puisi berjudul "Ilhafa" karya M. Husnul Huda (Sumenep-Madura), dan Juara 3 puisi berjudul "Epilog" karya I Wayan Sumahardika (Denpasar-Bali).

"FAM Indonesia menerima 620 naskah puisi bertema bencana yang dikirim peserta dari seluruh daerah di Indonesia dan mancanegara," kata Aliya Nurlela, pegiat FAM Indonesia, dalam siaran pers yang diterima BATAMTODAY.COM, Rabu (16/4/2014).
 
Selain juara utama, tim juri juga menetapkan tujuh puisi pilihan, masing-masing berjudul "Etsa Wajah Semesta" karya Farida Sundari (Medan), "Tanah" karya M. Imam Fatkhurrozi (Yogyakarta), "Karena Akukah Ini, Ibu?" karya Liza Hasda (Batusangkar-Sumatera Barat), "Aku Dibungkus Asap" karya Eddie MNS Soemanto (Padang-Sumatera Barat), "Di Balik Kelud" karya Budi Harsono (Tulungagung-Jawa Timur), "Alam Mulai Enggan" karya DA. Akhyar (Palembang), dan "Lukisan Tubuh Nusantara" karya Reny Puteri Utami (Palembang-Sumatera
Selatan).

"Sebagai tanda apresiasi, tiga pemenang utama mendapat sejumlah hadiah dari FAM Indonesia," kata Aliya Nurlela.
 
Ditambahkan, selain mengumumkan tiga pemenang utama dan tujuh puisi pilihan, FAM Indonesia juga menetapkan 77 puisi yang layak dibukukan (termasuk karya pemenang) dalam antologi puisi bencana yang direncanakan terbit dalam waktu dekat.
 
Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional bertema Bencana ini telah berlangsung sejak akhir Februari 2014. Tema ini diangkat FAM Indonesia mengingat banyaknya rangkaian bencana yang melanda Indonesia beberapa bulan terakhir, mulai dari gunung meletus, gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, kabut asap, dan lainnya.

"Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya bencana, salah satunya karena ulah tangan manusia. Lewat puisi, FAM mencoba mengetuk pintu hati semua orang untuk tidak memusuhi alam, sebaliknya bersahabatlah dengan alam," tambah Aliya Nurlela yang juga penulis novel "Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh.

Editor: Redaksi