Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lion Air Beli Empat Simulator Penerbangan Senilai Rp508 Miliar
Oleh : Redaksi
Sabtu | 09-11-2013 | 14:21 WIB
priya_jain.jpg Honda-Batam
Simulator penerbangan.

BATAMTODAY.COM, Montreal - Lion Air, salah satu maskapai penerbangan berbiaya rendah di Indonesia, membeli empat unit flight simulator (FFSs) dari CAE Inc, sebuah perusahaan pembuat simulator dan pelatihan penerbangan yang berbasis di Montreal, Kanada, senilai 47 juta dolar Kanada atau sekitar Rp508 miliar.

Keempat perangkat pelatihan penerbangan yang dibeli ebrupa CAE Simfinityâ„¢ Airbus Pilot Transition. 

"Lion Group berinvestasi besar dalam pelatihan pilot dan kontrak terbaru dengan CAE ini merupakan bukti. Pilot kami dilatih untuk memiliki standar internasional tertinggi," kata Presiden Direktur Lion Group, Rusdi Kirana, yang dilansir dari situs resmi CAE.
 
Dalam kontrak tersebut, CAE tidak hanya menyediakan tenaga pelatih berpengalaman dari CAE yang akan ditempatkan di pusat pelatihan simulator Lion Group di Jakarta.

CAE akan memberikan FFS A320 yang pertama kepada Lion Group pada Februari 2014 mendatang. Perangkat itu akan dipasang di pusat simulator Lion Group yang juga telah memiliki empat perangkat simulator dari CAE yakni tiga unit SL 737 NG FFS dan satu unit ATR 72-500 FFS.

"Lion Air telah menjadi mitra lama dengan CAE. Jadi, kami sangat bangga menjadi bagian dari kesuksesan tersebut," kata Nick Leontidis, Direktur Produk Simulasi Sipil, Pelatihan dan Jasa CAE Group.

CAE adalah salah satu perusahaan pemodelan, simulasi dan pelatihan penerbangan sipil dan pertahanan. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 8.000 orang di lebih dari 100 situs dan lokasi pelatihan di sekitar 30 negara. (*)

Editor: Dodo