Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

EPA Lindungi Lebah dari Pestisida
Oleh : Redaksi
Senin | 19-08-2013 | 09:23 WIB
lebah dan bunga.jpg Honda-Batam
(Foto: dailymail)

BATAMTODAY.COM, New York - Seperti tidak mau ketinggalan dengan wilayah negara maju yang lain, Lembaga Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menerbitkan label pestisida baru, pada pekan lalu, guna melindungi lebah dan hewan penyerbuk lain dari bahan kimia berbahaya, pestisida.

Label baru ini berisi larangan menggunakan produk pestisida neonicotinoid saat lebah ada di wilayah pemberantasan hama.

Langkah ini menyusul upaya perlindungan serupa oleh negara-negara Uni Eropa yang diputuskan akhir April lalu. Uni Eropa melakukan pembatasan penggunaan 3 jenis insektisida berjenis neonicotinoid yaitu clothianidin, imidacloprid dan thiametoxam bagi tanaman dan serealia yang menarik kedatangan lebah.

“Banyak faktor yang memengaruhi berkurangnya koloni lebah, pestisida adalah salah satunya. EPA berharap aksi pelabelan ini mampu melindungi lebah dari bahaya pestisida,” ujar Jim Jones, dari Office of Chemical Safety and Pollution Prevention di EPA.

Label baru ini juga akan berisi panduan penggunaan dan informasi bahaya pestisida terhadap lebah dan koloninya. Produk-produk yang akan mendapatkan label baru ini adalah produk yang mengandung neonicotinoids imidacloprid, dinotefuran, clothianidin dan thiamethoxam.

EPA bekerja sama dengan manufaktur pestisida akan mengubah label agar sesuai dengan standar keamanan Federal Insecticide, Fungicide, and Rodenticide Act (FIFRA). Pada bulan Mei, US Department of Agriculture (USDA) dan EPA menerbitkan laporan ilmiah komprehensif terkait kondisi kesehatan lebah dan populasinya.

Laporan ini mengungkapkan berbagai macam faktor yang memengaruhi menurunnya populasi lebah, termasuk hilangnya habitat alami, parasit dan hama, masalah genetis, kekurangan nutrisi dan paparan pestisida. EPA juga mengeluarkan panduan penegakan hukum guna meningkatkan upaya penyelidikan kasus kematian lebah di wilayah AS.

Lebah dan serangga lain adalah duta penyerbukan terpenting di muka bumi. Sebagian besar tanaman yang menjadi sumber keamanan pangan dunia diserbukkan oleh lebah.

Dari 100 spesies tanaman yang menyumbang 90 persen pangan dunia, 70 spesies diserbukkan dengan bantuan lebah. Namun lebah sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan intervensi manusia, termasuk dari penggunaan insektisida.

Sumber: Hijauku.com