Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pertamina Jamin Ketersediaan BBM dan Elpiji Saat Lebaran
Oleh : Redaksi
Senin | 29-07-2013 | 16:42 WIB

JAKARTA, batamtoday - Permintaan akan premium, avtur, dan elpiji diproyeksikan naik menjelang dan sesudah lebaran. PT Pertamina (Persero) telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran pasokan BBM dan elpiji di berbagai wilayah di Indonesia. 


Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, mengatakan, estimasi pemakaian BBM dan elpiji pada masa puasa dan lebaran umumnya diperkirakan naik dengan besaran masing-masing premium naik 14 persen dari rata-rata harian normal 80.926 kiloliter (KL) menjadi 91.830 KL. 

Sementara avtur naik 8,6 persen dari rata-rata harian normal 10.619 KL menjadi 11.536 KL. Sedangkan elpiji naik 6,6 persen dari rata-rata harian normal 17.612 metrik ton (MT) menjadi 18.781 MT. Namun solar malah turun 4,9 persen dari rata-rata harian normal 40.626 KL menjadi 38.628 KL. 

"Stok BBM dan elpiji nasional diupayakan terus dalam kondisi aman selama arus mudik dan balik Idul Fitri dengan rata-rata stok premium 17,45 hari, solar 21,27 hari, avtur 27,63 hari, pertamax 40,89 hari, pertamax plus 37,62 hari, dan elpiji 14,6 hari," papar Karen, saat membagikan bingkisan sahur kepada para operator SPBU dalam acara "Sahur on the Road". 

Karen memprediksi, estimasi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 dengan konsumsi premium mencapai 107.277 KL (meningkat 33 persen dari rata-rata konsumsi normal). Sementara puncak arus balik terjadi pada H+4 dengan konsumsi premium mencapai 105.502 KL (meningkat 30 persen dari rata-rata konsumsi normal). Sedangkan konsumsi solar turun menjadi 38.628 KL per hari (menurun 5 persen dari rata-rata konsumsi normal).

“Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan terus menjaga ketahanan stok dan mempersiapkan pengelolaan distribusi BBM dan elpiji dengan baik untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode arus mudik dan balik Idul Fitri 1434 H,” ujar Karen, seperti dirilis laman Kementerian ESDM, Senin (28/7/2013).

Selain itu, Pertamina juga membentuk posko satuan tugas (Satgas) untuk memantau tersedianya BBM serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat konsumen efektif mulai H-14 hingga H+14 (24 Juli sampai 24 Agustus 2013). 

Seluruh SPBU yang berjumlah 5.027 telah diinstruksikan untuk meningkatkan pelayanan dengan menyediakan layanan pendukung seperti mushola, toilet, ATM, serta memperhatikan aspek kebersihannya. Pertamina juga menyediakan produk BBK dalam kemasan yaitu pertamax dan pertamax plus dalam kemasan 5, 10 dan 20 liter serta pertamina dex dalam kemasan 10 liter di 341 SPBU yang selama ini belum menjual BBK dan di 13 kios pertamax. (*)

Editor: Dodo