Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tuding Lakukan Konspirasi Besar

Pimpinan DPR Minta PKS Tak Ganggu Upaya KPK Berantas Korupsi
Oleh : si
Senin | 04-02-2013 | 15:08 WIB
Pramono-Anung.jpg Honda-Batam

Wakil Ketua DPR Pramono Anung

JAKARTA, batamtoday - Pimpinan DPR meminta partai politik (parpol) untuk menghormati hasil kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi, termasuk penangkapan dan penahanan terhadap mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus impor daging sapi. 



Pimpinan DPR juga meminta parpol terutama PKS agar tidak mengkait-kaitkan KPK dengan situasi politik di 2013.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung menanggapi tudingan PKS bahwa penangkapan dan penahanan Luthfi Hasan Ishaaq merupakan konspirasi besar untuk menghancurkan PKS di Jakarta, Senin (4/2/2013)

Pramono Anung menilai situasi politik di tahun ini akan meningkat, terkait pemberantasan korupsi, namun dia mengimbau hal ini untuk tidak dikaitkan dengan kondisi tersebut.

"Tahun 2013 mau enggak mau, suka enggak suka, orang mengatakan ini tahun politik, tapi kita harus melihat politik dengan hal penegak hukum, saya percaya dengan KPK dibanding dengan penegak hukum lain, kalau kena kasus jangan salahkan KPK," jelas Pramono.

Pramono pun mengklaim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga pernah tersandung masalah hukum dengan KPK, namun mereka tetap menghormati putusan tersebut dan tidak mengkaitkan dengan politik.

"PDIP juga pernah merasakan beberapa masalah (dengan KPK) misalnya travel check, tetapi ini masalah hukum, kita tetap memberikan dukungan kepada KPK," ucapnya.

Terakhir, dia pun mengimbau kepada KPK untuk tidak ragu menjalankan tugas dan kewenangannya dalam memberantas korupsi meski tahun 2013 situasi politik akan memanas, mareka diminta untuk tidak terpengaruh.

"Dan KPK tetap jangan ragu dalam menegakan korupsi termauk partai penguasa," katanya.