Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tak Ingin Bernasib seperti Luthfi Hasan Ishaaq

Anis Ajak Kader PKS Lakukan Tobat Nasional Usai Ditunjuk sebagai Presiden PKS
Oleh : si
Jum'at | 01-02-2013 | 17:33 WIB
Anis Matta.jpg Honda-Batam

PKP Developer


Presiden PKS Anis Matta

JAKARTA, batamtoday - Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan Anis Matta sebagai Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai Presiden PKS karena ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait skandal impor daging sapi.



"DPP PKS menetapkan Muhammad Anis Matta sebagai Presiden PKS," kata Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).

Selain menunjukkan Anis sebagai Presiden PKS, Majelis Syuro juga menunjuk Muhammad Taufik Ridho sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan posisi Anis Matta. Taufik Ridho adalah mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS, Jawa Barat, dan Ketua DPP PKS bidang Kepemudaan.
 
"DPP PKS juga mengangkat Taufik Ridho sebagai Sekretaris Jenderal PKS menggantikan Anis Matta," ujar Hilmi.

Usai ditunjuk sebagai Presiden PKS, Anis Matta menyatakan penguduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR dan keanggotaanya di DPR. Pengunduran dirinya itu,  dilakukan  demi fokus membesarkan partai.

"Karena saya telah menjadi Presiden PKS, dan agar tugas-tugas partai tak terganggu, saya mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPR RI dan juga sebagai anggota DPR RI," kata Anis Matta.

Menaggapi penetapan tersangka penetapan status tersangka dan penahanan terhadap Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK adalah sebuah upaya konspirasi menjatuhkan PKS.

"Ini merupakan konspirasi untuk menjatuhkan PKS," kata Anis Matta yang meyakini bahwa ini adalah momentum untuk PKS bangkit.

Anis mengajak kader-kadernya untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, untuk bergandengan tangan sesama saudara dan bekerja keras.

"Tidak ada lagi waktu tidur untuk hari ini," katanya.

Ia juga mengajak kadernya untuk bisa membenahi diri masing-masing.

"Saudara Luhtfi diseret dari ruangan ini. Dari ruangan ini juga kita bertaubat, bangkit dan yakin kalau kita bisa," katanya.

Karena itu, penetapan tersangka dan penahanan mantan Presiden PKS Luthfie Hasan Ishaaq oleh KPK menjadi momentum bagi kader PKS untuk melakukan pertaubatan nasional sebagai agenda utamanya

"Kita sadar, masih banyak kekurangan di sana-sini, baik saya, semua kader. Oleh karena itu, kita akan merancang Pertaubatan Nasional," kata dia .

Agenda lainnya, khususnya untuk bangsa, perubahan bagi bangsa yang harus diawali dari kantor DPP PKS.

"Kita melihat, Presiden PKS sebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq dibawa ke KPK dari kantor ini. Maka dari kantor ini juga, ruangan ini kita memulai kerja baru untuk bangsa Indonesia," kata Anis Matta.