Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pembangunan Gedung Pertemuan Puskesmas Teluksasah Hasilnya Tak Maksimal
Oleh : hrj/dd
Selasa | 29-01-2013 | 15:43 WIB
sidak-puskesmas-uban.gif Honda-Batam
Anggota Komisi III DPRD Bintan saat menggelar sidak ke Puskesmas Teluksasah.

TANJUNGUBAN, batamtoday - Proyek pembangunan gedung pertemuan Puskesmas Desa Teluksasah, Kecamatan Serikual Lobam Bintan dinilai tak maksimal.

Proyek dengan anggaran sebesar Rp224 juta dari APBD Bintan 2012, yang dikerjakan oleh CV. Karya Jaya pratama dengan konsultan CV. Cemerlang Multi Guna itu walau secara fisik terlihat sudah selesai, namun masih terdapat tumpukan bekas pekerjaan dan di dalam pelafon  gedung sudah mulai berjamur karena rembesan air dari atap.

Indra Setiawan, anggota Komisi III DPRD Bintan kepada batamtoday mengatakan saat melakukan sidak di Puskesmas tersebut beserta sejumlah anggota dewan lainnya, Selasa (29/1/2013) mendapati fisik bangunan memang terlihat sudah selesai.

Tetapi, setelah dicek ternyata di plafon gedung sudah mulai ditumbuhi jamur. Diperkirakan hal tersebut karena konstruksi tidak maksimal sehingga air masih merembes.

"Karena ini pengerjaan tahap I, maka tahap kedua memang perlu dilakukan pengawsan maksimal dari Dinas PU agar hasilnya bis alebih maksimal," kata dia.

Selain itu, Een, panggilan akrab politis dari PDIP ini, menyebutkan terkait pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor memnag terkesan tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Dimana, setelah pekerjaan siap kondisi lingkungan sekitarnya dipenuhi dengan material bekas pengerjaan proyek tersebut.

"Harusnya, kontraktor dalam melakukan finishing memperhatikan, bangunan yang ada di sekitar. Ini justru bangunan baru terlihat bagus, tapi bangunan lama justru jadi jorok," imbuhnya.

Semnetara itu Losmen Sebayang, Kepala TU Puskesmas Teluksasah, membenar kalau kontraktor yang mengerjakan pembangunan gedung pertemuan kurnag memperhatikan lingkungan sekitarnya. karena walau pun finishing pekerjaan sudah selesai tetapi di sana-sini meninggalkan bekas material bangunan.

"Kalau fisik mungkin masih bnisa dimaklumi, tetapi lingkungan yang sebelumnya sudah bersih justru terkesan tidak terpelihara," katanya.