Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rektor UIN Sunan Kalijaga Pimpin AIUA 2026-2028, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam Asia
Oleh : Redaksi
Sabtu | 27-06-2026 | 13:28 WIB
Noorhaidi-Hasan.jpg Honda-Batam
Prof Noorhaidi Hasan, resmi dilantik sebagai Presiden The Asian Islamic Universities Association (AIUA) periode 2026-2028. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan, resmi dilantik sebagai Presiden The Asian Islamic Universities Association (AIUA) periode 2026-2028. Ia menggantikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar, untuk memimpin penguatan kerja sama perguruan tinggi Islam di kawasan Asia selama dua tahun ke depan.

Pelantikan berlangsung dalam rangkaian International Seminar and The 15th Annual General Meeting AIUA bertajuk Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development yang digelar di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Kamis (25/6/2026).

Usai dilantik, Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Prof Asep Jahar yang dinilai berhasil membangun fondasi kuat bagi AIUA sebagai wadah kolaborasi perguruan tinggi Islam lintas negara.

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis sekaligus memperkuat posisi AIUA sebagai platform kerja sama akademik dan solidaritas internasional. "Saya akan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Profesor Asep dan meningkatkan beberapa poin, memperkuat platformnya menjadi asosiasi internasional yang bisa digunakan sebagai kolaborasi akademik serta solidaritas antara anggota universitas," ujar Noorhaidi.

Menurutnya, kepengurusan AIUA periode 2026-2028 akan memprioritaskan pengembangan berbagai program internasional, seperti double degree, joint degree, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar bersama, konferensi internasional, hingga publikasi ilmiah kolaboratif.

"Kami juga mencoba mengembangkan kolaborasi akademik seperti double degree, joint degree, faculty exchange, student exchange, joint seminar, joint conference, dan joint publication. Itu akan menjadi beberapa aktivitas yang menjadi target kami ke depan," katanya.

Sementara itu, Prof Asep Saepudin Jahar mengucapkan selamat kepada Prof Noorhaidi Hasan atas amanah baru sebagai Presiden AIUA. Ia berharap kepemimpinan selanjutnya mampu melanjutkan program internasionalisasi yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya.

Menurut Asep, AIUA masih memiliki sejumlah agenda strategis yang perlu diwujudkan, mulai dari penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pelajar, hingga peningkatan mobilitas mahasiswa antarnegara sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi global perguruan tinggi Islam.

"Masih ada tugas yang harus dilakukan lebih lanjut, terutama dalam bidang internasionalisasi dan kolaborasi antara universitas di AIUA. Program berikutnya harus fokus pada penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pelajar, dan mobilitas mahasiswa. Hal ini penting untuk memperkuat reputasi global," ujarnya.

Ia juga berharap seluruh anggota AIUA tetap menjaga kekompakan agar berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan berkelanjutan. "Saya berharap Presiden baru dapat melanjutkan program-program ini sehingga reputasi AIUA semakin meningkat dan seluruh universitas anggota mampu mencapai reputasi global," tambahnya.

Ketua Steering Committee sekaligus Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Wahid, mengatakan pelaksanaan seminar internasional dan Annual General Meeting AIUA ke-15 menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring perguruan tinggi Islam di kawasan Asia.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 40 perguruan tinggi Islam dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Salah satu agenda utama dalam forum itu adalah pemilihan Presiden AIUA periode 2026-2028.

"Dengan dukungan seluruh anggota, UIN Jakarta berhasil menyelenggarakan seminar internasional dan Annual General Meeting ke-15 AIUA. Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 perguruan tinggi Islam dari Indonesia maupun negara lain seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand," jelas Din.

Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperluas kerja sama konkret di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat antaranggota AIUA. "Kami telah memilih Presiden baru AIUA. Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat meneruskan program-program yang telah berjalan dan semakin memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam di tingkat internasional," tuturnya.

Melalui estafet kepemimpinan tersebut, AIUA diharapkan mampu memperluas jejaring global perguruan tinggi Islam, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta memperkuat kontribusi akademisi dalam mendorong perdamaian dunia, ketahanan, dan pembangunan yang inklusif.

Editor: Gokli