Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Evaluasi Biaya Logistik Demi Jaga Daya Saing
Oleh : Rerdaksi/Alex RS
Sabtu | 27-06-2026 | 09:28 WIB
2706_dialog-tarif-peti-kemas-bp-batam.jpg Honda-Batam
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menggelar dialog bersama asosiasi pelaku usaha, operator terminal, perusahaan logistik, pengguna jasa, serta sejumlah pemangku kepentingan di Conference Hall IT Center BP Batam, Kamis (25/6/2026). (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya logistik guna menjaga efisiensi rantai pasok sekaligus memperkuat daya saing daerah sebagai kawasan investasi dan perdagangan.

Sebagai bagian dari proses evaluasi tersebut, BP Batam memutuskan menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar hingga 31 Agustus 2026. Bagi pengguna jasa yang telah melakukan pembayaran dengan tarif baru, selisih biaya akan dikembalikan.

Keputusan itu diambil setelah BP Batam menggelar dialog bersama asosiasi pelaku usaha, operator terminal, perusahaan logistik, pengguna jasa, serta sejumlah pemangku kepentingan di Conference Hall IT Center BP Batam, Kamis (25/6/2026).

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan di sektor kepelabuhanan mampu meningkatkan kualitas pelayanan tanpa mengurangi daya saing dunia usaha di Batam.

"Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jasa, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat daya saing Batam," ujar Denny.

Ia menjelaskan, transformasi TPK Batu Ampar terus dilakukan melalui modernisasi fasilitas, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan konektivitas pelayaran internasional.

Menurutnya, upaya tersebut berdampak pada peningkatan kinerja pelabuhan. Selama periode Januari hingga Mei 2026, volume bongkar muat di TPK Batu Ampar mencapai 222.131 TEUs atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produktivitas bongkar muat juga mencapai 40 boks per jam.

Denny mengungkapkan, hasil pembahasan bersama para pelaku usaha menunjukkan bahwa tarif pelayanan di TPK Batu Ampar hanya menyumbang sekitar 18 persen dari total biaya logistik rute Batam-Singapura. Sementara sebagian besar biaya lainnya berasal dari komponen feeder dan transshipment.

Karena itu, BP Batam akan terus membuka ruang diskusi bersama pelaku logistik untuk mengkaji keterkaitan antara standar pelayanan, produktivitas operasional, investasi infrastruktur, serta struktur biaya logistik sebagai dasar penyempurnaan kebijakan di masa mendatang.

"Target kami ke depan adalah menghadirkan pelayanan pelabuhan yang semakin modern sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Karena itu, setiap kebijakan akan disusun secara terbuka, berbasis data, dan melalui dialog bersama dunia usaha," kata Denny.

Editor: Gokli