Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Patuhi Adab Saat Berziarah ke Makam Baqi Madinah
Oleh : Saibansah
Jumat | 26-06-2026 | 17:48 WIB
Ziarah-Makam-Baqi-Madinah.jpg Honda-Batam
PPIH Bimbad, Agus Susanto (kanan) saat berziarah ke makam Baqi di samping Masjid Nabawi. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Bimbingan Ibadah (Bimbad) mengingatkan jemaah haji dan umrah asal Indonesia agar mematuhi adab serta tata tertib saat berziarah ke Makam Jannatul Baqi di Madinah. Kepatuhan terhadap aturan dinilai penting agar ibadah berlangsung khusyuk sekaligus tidak melanggar ketentuan otoritas keamanan Arab Saudi.

PPIH Bimbad, Agus Susanto, mengatakan Jannatul Baqi merupakan salah satu kompleks pemakaman tertua dalam sejarah Islam yang menjadi tempat dimakamkannya sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW dan anggota keluarga beliau.

"Di Baqi dimakamkan para sahabat utama, seperti Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali, kemudian istri Rasulullah SAW, Sayyidah Hafshah, serta Sayyidina Hasan bin Ali atau Husein bin Ali bersama Ibunda Fatimah Az-Zahra," kata Agus di Madinah.

Ia menjelaskan, terdapat empat adab utama yang perlu diperhatikan jemaah saat berziarah.

Pertama, meluruskan niat semata-mata untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian, bukan melakukan hal-hal yang mengarah pada kesyirikan.

"Kita berziarah untuk mengambil ibrah bahwa mengingat kematian merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW," ujarnya.

Kedua, jemaah diminta menjaga sikap selama berada di area pemakaman. Mereka tidak diperkenankan mengangkat suara, berdesak-desakan, maupun mengambil foto dan video karena bertentangan dengan aturan yang diterapkan otoritas setempat.

Agus juga mengingatkan agar jemaah tidak melakukan foto bersama di dalam kompleks pemakaman karena dapat mengganggu ketertiban dan berpotensi mengundang teguran dari petugas keamanan.

Ketiga, jemaah tidak dianjurkan berhenti terlalu lama atau membentangkan tulisan saat berada di dalam area makam. Berbeda dengan tradisi ziarah di Indonesia, doa dilakukan sambil berjalan mengikuti arus jemaah.

Keempat, jemaah diminta masuk dan keluar area pemakaman secara tertib. Selama berada di dalam kompleks Baqi, jemaah dianjurkan berjalan perlahan, memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW, serta membaca doa bagi para ahli kubur.

"Saat masuk, utamakan khusyuk, berjalan pelan-pelan sambil membaca selawat dan doa, kemudian mengitari pemakaman dan keluar dengan tertib," katanya.

Selain menjelaskan adab berziarah, Agus juga menerangkan sistem pemakaman di Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia. Menurut dia, pemakaman di Madinah, Makkah, dan wilayah Arab Saudi pada umumnya tidak menggunakan liang lahat.

Satu lubang makam dapat digunakan untuk beberapa jenazah yang dimakamkan secara bertahap. Setiap jenazah dipisahkan menggunakan penutup dari jerami hingga lubang tersebut penuh, kemudian ditutup secara permanen dan hanya diberi penanda berupa batu tanpa nisan maupun tulisan.

Bagi keluarga jemaah yang dimakamkan di Baqi, petugas akan memberikan secarik kertas berisi lokasi makam. Agus mengimbau agar dokumen tersebut disimpan dengan baik karena menjadi petunjuk apabila keluarga ingin berziarah di kemudian hari.

"Kertas itu memuat lokasi pemakaman, lorong, hingga nomor yang menjadi alamat makam sehingga memudahkan keluarga ketika hendak berziarah," ujarnya.

Menurut Agus, keistimewaan Jannatul Baqi tidak hanya karena menjadi tempat dimakamkannya para sahabat dan keluarga Rasulullah SAW, tetapi juga karena letaknya yang berdekatan dengan Masjid Nabawi. Pada masa hidupnya, Rasulullah SAW juga kerap menziarahi kompleks pemakaman tersebut.

Ia berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjaga ketertiban, menghormati aturan yang berlaku, serta menjaga nama baik bangsa selama berada di Tanah Suci.

Editor: Dardani