Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wamenhaj Dahnil Anzar Kunjungi Haji Sulaji, Tukang Tambal Ban Asal Semarang
Oleh : Saibansah
Kamis | 25-06-2026 | 16:08 WIB
tambal-ban.jpg Honda-Batam
Wamenhaj Dahnil Anzar saat mengunjungi Haji Sulaji, seorang tukang tambal ban asal Semarang. (Foto: Humas Kemenhaj)

BATAMTODAY.COM, Semarang - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi Haji Sulaji, jemaah haji Indonesia asal Kota Semarang yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di lapak tambal ban milik Sulaji yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupannya sekaligus saksi perjuangannya mewujudkan impian menunaikan ibadah haji.

Sulaji tercatat mendaftar haji pada 2014. Sejak saat itu, ia secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mempersiapkan biaya perjalanan ke Tanah Suci. Selama masa tunggu keberangkatan, ia juga mengikuti arisan sebagai upaya menambah tabungan haji.

Namun, saat memasuki tahap pelunasan biaya haji, Sulaji masih menghadapi kekurangan dana. Demi memenuhi kewajibannya dan dapat berangkat menunaikan rukun Islam kelima, ia memutuskan meminjam dana untuk melengkapi biaya yang dibutuhkan.

Dahnil mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah mendata sejumlah jemaah yang memiliki kisah perjuangan inspiratif dalam menunaikan ibadah haji. Menurut dia, Sulaji merupakan salah satu contoh jemaah yang menunjukkan ketekunan, kerja keras, dan keikhlasan selama bertahun-tahun untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kami mendata jemaah yang memiliki semangat dan perjuangan luar biasa untuk berangkat haji. Kami ingin memastikan mereka dapat menjalani kehidupan setelah berhaji dengan lebih tenang," kata Dahnil.

Ia menjelaskan, melalui kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA), Sulaji memperoleh bantuan untuk menyelesaikan kewajiban yang masih dimilikinya setelah menunaikan ibadah haji.

Menurut Dahnil, kisah Sulaji mencerminkan semangat dan ketulusan masyarakat Indonesia dalam beribadah. Selama lebih dari satu dekade, Sulaji terus berupaya mengumpulkan biaya haji melalui hasil kerjanya sebagai tukang tambal ban, mengikuti arisan, hingga berani mengambil pinjaman agar dapat berangkat ke Tanah Suci.

"Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu sehingga Pak Haji Sulaji kini dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang tanpa dibebani kewajiban yang masih tersisa," ujar Dahnil.

Ia menambahkan, kehadiran negara harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang telah menunjukkan kerja keras, ketulusan, dan dedikasi dalam menjalankan ibadah.

Dahnil berharap kemabruran haji yang diraih Sulaji dapat membawa keberkahan bagi dirinya dan keluarga. Ia juga menilai kisah perjuangan Sulaji menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Kisah seperti ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan saling membantu masih menjadi kekuatan bangsa yang perlu terus dipelihara," kata Dahnil.

Editor: Dardani