Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KBRI Addis Ababa Luncurkan Loka Budaya, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Afrika
Oleh : Redaksi
Kamis | 25-06-2026 | 10:48 WIB
Faizal-Chery.jpg Honda-Batam
Duta Besar Republik Indonesia untuk Etiopia, Jibuti, dan Uni Afrika, Faizal Chery Sidharta, saat meluncurkan Loka Budaya, sebuah pusat kebudayaan yang dirancang sebagai ruang kolaborasi dan diplomasi budaya Indonesia di kawasan Afrika, pada Kamis (18/6/2026). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa, Etiopia, resmi meluncurkan Loka Budaya, sebuah pusat kebudayaan yang dirancang sebagai ruang kolaborasi dan diplomasi budaya Indonesia di kawasan Afrika. Peresmian yang digelar pada Kamis (18/6/2026) itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pertukaran budaya, seni, dan kuliner.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Etiopia, Jibuti, dan Uni Afrika, Faizal Chery Sidharta, mengatakan Loka Budaya tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga ruang terbuka untuk membangun kolaborasi yang bermakna antara Indonesia dan Etiopia.

"Loka Budaya adalah ruang bagi Anda juga. Pintu kami selalu terbuka. Kami tidak sekadar menampilkan budaya Indonesia. Kami menciptakan ruang untuk pertukaran yang tulus dan bermakna. Itulah inti utamanya, sebuah pusat kolaborasi, bukan sekadar tempat acara," ujar Faizal dalam sambutannya.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, KBRI Addis Ababa menghadirkan pameran fotografi bertajuk "Makan-Makan: The Social Heartbeat of a Shared Meal", hasil kolaborasi antara aset visual Kementerian Pariwisata RI dan fotografer peraih penghargaan asal Addis Ababa, Imran Mazhar.

Pameran tersebut menampilkan 22 pasang foto yang menggambarkan kedekatan budaya kuliner Indonesia dan Etiopia sebagai medium yang mempererat hubungan antarmasyarakat.

Faizal menjelaskan, tema "Makan-Makan" dipilih karena makanan menjadi bahasa universal yang mampu menghadirkan kehangatan dan kebersamaan tanpa sekat budaya. "Makanan adalah tempat budaya tampil paling jujur. Kata 'makan-makan' bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan penerimaan. Etiopia memiliki filosofi yang sama melalui tradisi gursha. Dua budaya, satu rasa," katanya.

Peresmian Loka Budaya dihadiri lebih dari 100 tamu undangan yang terdiri atas pejabat pemerintah Etiopia, korps diplomatik, pelaku seni, kreator konten digital, chef ternama, hingga kalangan mahasiswa.

Salah satu tamu kehormatan, pakar kuliner Etiopia Michael Shiferaw, mengapresiasi konsep pertukaran budaya yang diusung melalui perpaduan kuliner kedua negara. "Acara hari ini luar biasa, terutama perpaduan kuliner Indonesia dan Etiopia. Indonesia memiliki kekayaan rasa yang luar biasa. Produk seperti tempe merupakan inovasi yang sangat menarik dan dapat diadaptasi dalam kuliner Etiopia. Banyak hal yang dapat kami pelajari dari tradisi kuliner Indonesia," ujar Michael.

Para tamu juga menikmati sajian kuliner hasil kolaborasi KBRI dengan Chef Mekibib Zewdie, pendiri The Alchemist Dine & Wine. Beragam menu fusion disuguhkan, di antaranya Rendang Spiced Doro Wat Bao, Sambal Nile Perch dengan roti tibigna, Lentil Croquettes, serta sate ayam dan aneka jajanan tradisional Indonesia yang disiapkan oleh Chef Ayat, koki pribadi Duta Besar.

Suasana peresmian semakin semarak dengan racikan minuman khas hasil kreasi miksolog Naol Waktole Etana, yang memadukan cita rasa Indonesia dan Etiopia melalui menu andalan Arak Honey Tej Sour. Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan musik yang memadukan alunan Amapiano, EDM Indonesia, dan Afrobeat oleh DJ Salman.

Untuk menjaga keterlibatan masyarakat sepanjang tahun, Loka Budaya telah menyiapkan kalender kegiatan budaya 2026. Berbagai agenda telah dijadwalkan, mulai dari Jazz Journey bersama pianis jazz Indonesia Nial Djuliarso pada Juli, lokakarya batik hasil kolaborasi dengan Batik House Indonesia, hingga kelas master kuliner "A Journey Through Indonesian Cuisine" bersama pakar kuliner Indonesia William Wongso pada November 2026.

Melalui Loka Budaya, KBRI Addis Ababa berharap hubungan Indonesia dan Etiopia tidak hanya terjalin melalui kerja sama diplomatik, tetapi juga semakin erat melalui kolaborasi seni, budaya, kuliner, dan berbagai inisiatif kreatif yang melibatkan masyarakat kedua negara.

"Loka Budaya lebih dari sekadar sebuah tempat. Ini adalah undangan terbuka bagi siapa saja yang memiliki ide, karya, maupun proyek kreatif untuk bersama-sama membangun hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Etiopia," tutup Faizal.

Editor: Gokli